Serangan bertubi-tubi membuat sistem pertahanan udara Israel bekerja keras untuk mencegat rudal yang masuk.
Sirene peringatan udara terdengar di berbagai kota, memaksa jutaan warga untuk berlindung di bunker bawah tanah dalam waktu lama.
Situasi ini mencerminkan eskalasi serius yang belum pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Selain wilayah Israel, Iran juga dilaporkan menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah menggunakan drone bunuh diri.
Langkah ini memperluas cakupan konflik dan meningkatkan risiko keterlibatan langsung lebih besar antara Iran dan AS.
Dalam pernyataannya, IRGC menyebut serangan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh penting seperti Qassem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis yang tewas pada 2020.
Retorika ini memperlihatkan bahwa konflik saat ini juga sarat dengan simbolisme dan sejarah panjang permusuhan di kawasan.
Deretan Pejabat Iran yang Gugur
Kematian Naeini menambah daftar panjang pejabat tinggi Iran yang tewas dalam beberapa hari terakhir, di antaranya:
-
Ali Larijani
-
Gholamreza Soleimani
-
Esmaeil Khatib
Serangkaian serangan ini menunjukkan bahwa operasi militer terhadap Iran semakin terarah dan sistematis.
Eskalasi konflik antara Iran dan Israel kini memicu kekhawatiran global.
Banyak pihak menilai situasi ini bisa berkembang menjadi perang besar yang melibatkan lebih banyak negara, termasuk sekutu-sekutu utama di kawasan.