Meski Diberi Kompensasi Rp600 Ribu oleh KDM, Penyapu Koin Tetap Bertebaran di Jalur Pantura

news.fin.co.id - 23/03/2026, 14:45 WIB

Meski Diberi Kompensasi Rp600 Ribu oleh KDM, Penyapu Koin Tetap Bertebaran di Jalur Pantura

Aktivitas penyapu koin kembali marak di jalur Pantura wilayah Indramayu hingga Subang, Jawa Barat, saat arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026.

fin.co.id - Aktivitas penyapu koin kembali marak di jalur Pantura wilayah Indramayu hingga Subang, Jawa Barat, saat arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026. Fenomena ini terjadi meski sebelumnya telah dilarang oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin, 23 Maret 2026, para penyapu koin tampak berjajar di tepi jalan, khususnya di Kecamatan Sukra, Indramayu hingga memasuki wilayah Subang. Dengan menggunakan sapu sederhana dari ranting pohon, mereka menyisir jalan untuk mengumpulkan uang recehan yang dilempar pengendara.

Barisan penyapu koin bahkan terlihat mengular hingga sekitar satu kilometer di jalur yang mengarah ke Jakarta. Sebagian besar berada di wilayah Subang, sementara di Indramayu jumlahnya relatif lebih sedikit.

Di titik Jembatan Sewo, sekelompok penyapu koin tampak berebut uang yang dilempar pemotor. Beberapa di antaranya nekat masuk ke badan jalan, sehingga sempat mengganggu arus lalu lintas.

Advertisement

Petugas gabungan dari Satpol PP, TNI, dan Polri terlihat berada di lokasi untuk memberikan imbauan agar aktivitas tersebut dihentikan. Namun, imbauan tersebut tidak sepenuhnya diindahkan.

Sebelumnya, Dedi Mulyadi, yang juga dikenal sebagai Kang Dedi Mulyadi (KDM), telah turun langsung ke lapangan untuk melarang praktik tersebut. Ia bahkan mengumpulkan para penyapu koin di Kantor Desa Karanganyar, Kecamatan Pusakajaya, guna memberikan sosialisasi.

Dalam upayanya, KDM menawarkan kompensasi kepada warga sebesar Rp50 ribu per hari selama masa mudik, atau total Rp600 ribu dalam sepekan.

“Saya minta aktivitas ini dihentikan sementara. Kami siapkan kompensasi agar tetap ada pemasukan tanpa harus mengambil risiko di jalan,” ujarnya.

Meski demikian, tidak semua warga menerima tawaran tersebut. Sebagian mengaku aktivitas menyapu koin sudah menjadi tradisi tahunan sekaligus sumber penghasilan utama menjelang Lebaran.

Mereka menilai pendapatan dari mengumpulkan recehan di jalan bisa lebih besar dibandingkan bantuan yang ditawarkan pemerintah, sehingga tetap memilih bertahan meski berisiko terhadap keselamatan.

Cahyono/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID