Tidak Ciut Diancam Donald Trump, Iran akan Serang Infrastruktur Energi Milik AS di Timur Tengah

news.fin.co.id - 23/03/2026, 09:24 WIB

Tidak Ciut Diancam Donald Trump, Iran akan Serang Infrastruktur Energi Milik AS di Timur Tengah

Rudal Iran

fin.co.id -  Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat memuncak setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ultimatum keras terkait Selat Hormuz. Teheran pun tak tinggal diam dan langsung merespons dengan ancaman balasan yang tak kalah tajam.

Iran memperingatkan, setiap serangan terhadap infrastruktur energinya akan dibalas dengan menargetkan fasilitas vital di seluruh kawasan Timur Tengah. Situasi ini memicu kekhawatiran akan dampak besar terhadap stabilitas energi global.

"Seketika setelah pembangkit dan infrastruktur listrik negara kami diserang, semua infrastruktur vital di seantero kawasan, termasuk infrastruktur energi dan minyak, akan dianggap sebagai sasaran tembak yang sah," kata ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf melalui media sosial X, Minggu 22 Maret 2026.

Ancaman itu muncul setelah Trump memberi waktu 48 jam kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz. Jika tidak dipatuhi, Washington mengancam akan “menghancurkan” fasilitas energi Iran.

Advertisement

Iran pun meningkatkan nada peringatannya. Selain mengancam instalasi energi di kawasan, Teheran juga memberi sinyal akan menutup total Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Ghalibaf menegaskan, jika eskalasi berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan Iran, tetapi seluruh kawasan. Ia menyebut serangan balasan berpotensi “menghancurleburkan” infrastruktur listrik regional dan membuat “harga minyak melonjak untuk waktu yang lama”.

Di tengah situasi yang terus memanas, Iran dilaporkan masih melancarkan serangan ke target militer Amerika Serikat dan Zionis Israel sebagai respons atas operasi gabungan yang dimulai sejak 28 Februari.

Konflik yang berlangsung beberapa pekan terakhir ini telah menelan ribuan korban jiwa dan memicu kekhawatiran akan meluasnya perang di kawasan. Pasar global pun mulai merespons dengan meningkatnya volatilitas harga energi.

Sumber: Sputnik, Reuters

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca