Vatikan Diguncang! Uskup Belgia Johan Bonny Tantang Paus Leo XIV: Izinkan Pendeta Menikah di 2028

news.fin.co.id - 23/03/2026, 20:10 WIB

Vatikan Diguncang! Uskup Belgia Johan Bonny Tantang Paus Leo XIV: Izinkan Pendeta Menikah di 2028

Uskup Belgia Johan Bonny Tantang Paus Leo XIV, Izinkan Pendeta Menikah di 2028

Fin.co.id - Fondasi tradisi selibat yang telah mengakar selama berabad-abad di Gereja Katolik kini berada di ujung tanduk. Johan Bonny, Uskup Antwerp yang dikenal vokal, secara terang-terangan meluncurkan “pemberontakan” administratif. Ia mendesak Vatikan melegalkan penahbisan pria beristri sebagai imam pada tahun 2028.

Langkah berani ini bukan sekadar usulan di atas kertas. Dalam surat terbuka yang dirilis Kamis lalu, Bonny menegaskan komitmennya untuk menjaring kandidat pendeta dari kalangan pria berkeluarga dalam dua tahun ke depan.

Ini merupakan tantangan terbuka paling serius bagi suksesi kepemimpinan Paus Leo XIV sejak menjabat tahun lalu.

Alasan Bonny cukup pragmatis namun menyakitkan. Dengan jumlah peminat imamat yang nyaris menyentuh angka nol, ia menilai aturan selibat (tidak menikah) bukan lagi sebuah kemuliaan, melainkan penghambat kelangsungan pelayanan jemaat.

Advertisement

“Pertanyaannya bukan lagi apakah Gereja dapat menahbiskan pria beristri sebagai imam, tetapi kapan hal itu akan dilakukan, dan siapa yang akan melakukannya,” tegas Bonny sebagaimana dikutip dari NST (23/03/2026).

Saat ini, Keuskupan Antwerp terpaksa “mengimpor” tenaga pendeta dari Eropa Timur dan Timur Tengah untuk menambal kekurangan pelayanan.

Ironisnya, sebagian dari pendeta pendatang tersebut berasal dari Ritus Timur yang secara sah memang diperbolehkan memiliki istri.

Ancaman Ekskomunikasi dan Dilema Vatikan

Secara hukum Gereja (kanonik), tindakan Bonny berada di zona merah. Para uskup terikat sumpah ketaatan mutlak kepada Tahta Suci.

Jika Bonny nekat melakukan penahbisan tanpa persetujuan Paus Leo XIV, ia terancam hukuman ekskomunikasi—sanksi tertinggi berupa pengucilan resmi dari persekutuan Gereja. Sejauh ini, Paus Leo XIV masih menunjukkan sikap konservatif meskipun tetap membuka ruang dialog.

Berbeda dengan pendahulunya, mendiang Paus Fransiskus yang selama 12 tahun menutup rapat pintu bagi imam beristri, Paus Leo XIV kini menghadapi realitas penurunan jumlah siswa seminari yang terus merosot sejak 2012.

Pihak konservatif berargumen bahwa selibat adalah bentuk dedikasi total seorang hamba kepada Tuhan. Namun, kubu progresif seperti Bonny melihat bahwa struktur Gereja harus beradaptasi dengan zaman agar tidak ditinggalkan.

Perdebatan ini diprediksi akan mencapai puncaknya pada tahun 2028, tahun yang dicanangkan Bonny sebagai era baru bagi imamat Katolik.

Advertisement
Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis

Penulis FIN.CO.ID