Waspada Post-Holiday Blues: Mengapa Tubuh Terasa Lemas dan Sedih Usai Libur Lebaran?

news.fin.co.id - 23/03/2026, 11:21 WIB

Waspada Post-Holiday Blues: Mengapa Tubuh Terasa Lemas dan Sedih Usai Libur Lebaran?

Waspada Post-Holiday Blues: Mengapa Tubuh Terasa Lemas dan Sedih Usai Libur Lebaran?

fin.co.id - Libur Lebaran 2026 yang berlangsung cukup panjang menjadi momentum emas bagi masyarakat untuk pulang ke kampung halaman. Momen silaturahmi bersama keluarga besar dan jeda sejenak dari rutinitas kantor idealnya mampu mengisi ulang energi fisik maupun mental. Namun, kenyataannya tidak semua orang merasakan kesegaran yang sama saat masa liburan berakhir.

Alih-alih bersemangat, sebagian orang justru merasakan kecemasan hebat, kesedihan mendalam, hingga kehilangan motivasi untuk kembali bekerja. Jika Anda merasakan gejala tersebut, waspadalah karena kemungkinan besar Anda sedang mengalami fenomena holiday blues atau post-holiday syndrome.

Secara medis, berlibur memang menjadi salah satu cara efektif untuk menjaga kesehatan mental. Aktivitas ini membantu menurunkan tingkat stres, meredam gangguan cemas, hingga mencegah risiko depresi. Namun, transisi yang mendadak dari suasana penuh keriuhan keluarga menuju kesendirian atau beban kerja yang menumpuk seringkali memicu guncangan psikis.

Post-holiday syndrome dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Pengidap fenomena ini biasanya hanya merasakan kebahagiaan sesaat selama liburan berlangsung. Begitu jadwal kepulangan tiba, perasaan senang tersebut seketika menguap dan berganti dengan rasa tidak nyaman atau sedih yang berkepanjangan.

Advertisement

Para ahli menyebutkan bahwa penyebab utama post-holiday blues adalah kelelahan ekstrem, baik secara fisik maupun psikis. Perjalanan mudik yang menguras tenaga, pola tidur yang berantakan selama di kampung halaman, hingga tekanan finansial pasca-lebaran menjadi faktor pemicu utama yang memperburuk kondisi suasana hati.

Tanda-Tanda yang Perlu Anda Waspadai

Penting bagi masyarakat untuk mengenali gejala awal agar kondisi ini tidak berkembang menjadi depresi yang lebih serius. Berikut adalah deretan tanda holiday blues yang harus Anda perhatikan:

Kecemasan Berlebihan: Muncul rasa khawatir yang tidak wajar mengenai beban tugas atau kegiatan yang harus segera Anda jalankan di kantor.

Kehilangan Motivasi: Anda merasa sangat berat untuk memulai rutinitas harian dan cenderung ingin menarik diri dari lingkungan sosial.

Perubahan Suasana Hati: Mood menjadi tidak stabil, cenderung lebih buruk, dan sering merasa tersinggung atau mudah marah tanpa alasan jelas.

Gangguan Tidur: Meskipun tubuh terasa lelah, Anda mengalami kesulitan tidur atau insomnia karena pikiran yang terus bergejolak.

Advertisement

Rasa Hampa dan Kesepian: Timbul perasaan kosong atau "merasa kehilangan" setelah sebelumnya dikelilingi oleh sanak saudara dalam waktu yang intens.

Guna mengatasi hal ini, para pakar menyarankan agar Anda menyediakan waktu transisi setidaknya satu hari di rumah sebelum benar-benar kembali bekerja. Mengatur kembali pola makan sehat dan melakukan olahraga ringan juga terbukti efektif mampu mengembalikan hormon kebahagiaan dalam tubuh.(*).

Ari Nur Cahyo
Ari Nur Cahyo
Penulis

Penulis di FIN.CO.ID sejak Maret 2022 yang fokus mengeksplorasi dunia Teknologi, Sepak Bola, dan Anime. Memiliki ketertarikan kuat pada isu-isu viral, ia berkomitmen menghadirkan konten yang segar, informatif, dan relevan dengan tren masa kini.