Anies Bertemu SBY dan AHY di Cikeas, Pengamat Sebut Sinyal Duet 2029 Kembali Menguat

news.fin.co.id - 25/03/2026, 12:52 WIB

Anies Bertemu SBY dan AHY di Cikeas, Pengamat Sebut Sinyal Duet 2029 Kembali Menguat

Anies Baswedan dan Ketua Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

fin.co.id - Pengamat politik Arifki Chaniago menilai pertemuan antara Anies Baswedan dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Cikeas bukan sekadar ajang silaturahmi Lebaran. Ia menyebut pertemuan tersebut membuka wacana “cinta lama bersemi kembali alias CLBK” sekaligus peluang duet Anies–AHY menuju Pilpres 2029.

Menurut Arifki, momentum halal bihalal kerap dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi politik yang penuh makna di kalangan elite. Dalam konteks ini, pertemuan di Cikeas dinilai memiliki pesan simbolik untuk menghidupkan kembali opsi kerja sama politik.

“Pertemuan ini tidak bisa dilihat hanya sebagai silaturahmi biasa. Ada upaya memancing kemungkinan agar duet Anies–AHY tetap menjadi opsi yang hidup,” ujar Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia ini.

Ia menjelaskan, hubungan Anies dengan Partai Demokrat bukan hal baru. Kedekatan tersebut sudah terjalin sejak lama, termasuk saat Anies mengikuti Konvensi Capres Demokrat pada 2014 di era kepemimpinan SBY.

Advertisement

“Artinya, hubungan Anies dengan Demokrat bukan hubungan baru. Sudah ada irisan sejarah politik sejak 2014,” kata Arifki.

Selain itu, pada Pilpres 2024, pasangan Anies–AHY sempat menjadi skenario utama sebelum akhirnya batal terealisasi di tahap akhir. Hal ini, menurutnya, menunjukkan bahwa komunikasi politik antara keduanya sudah cukup terbangun.

Arifki menambahkan, peluang duet tersebut sangat bergantung pada dinamika politik ke depan, terutama terkait posisi AHY dalam pemerintahan Prabowo Subianto. Ia menilai kondisi ini juga menjadi pertimbangan strategis bagi kedua tokoh.

“Kalau Demokrat tidak mendapatkan ruang yang cukup di pemerintahan, maka kemungkinan membangun poros baru bersama Anies bisa kembali terbuka menjelang Pilpres 2029,” ujarnya.

Di sisi lain, ia mengakui tantangan terbesar duet tersebut terletak pada ambisi politik masing-masing tokoh. Baik Anies maupun AHY dinilai sama-sama memiliki peluang kuat sebagai calon presiden.

“Ini yang perlu dicarikan titik temu. Tapi dalam politik, kompromi selalu mungkin terjadi jika kepentingannya bertemu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Arifki menilai pertemuan di kediaman SBY di Cikeas juga memiliki arti simbolis. Lokasi tersebut kerap menjadi pusat pengambilan keputusan penting bagi Partai Demokrat.

“Kalau pertemuan ini terjadi dan berlangsung hangat, artinya komunikasi politik itu tidak hanya terbuka, tapi juga mendapat ruang yang serius,” katanya.

Ia menegaskan, pertemuan ini memang belum bisa disebut sebagai keputusan politik. Namun, cukup kuat untuk dibaca sebagai langkah awal dalam membuka peluang kembalinya duet Anies–AHY pada Pilpres 2029.

Advertisement
Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID