Puncak Arus Balik Jalur Nagreg H+3, Tercatat 149 Ribu Kendaraan Melintas

news.fin.co.id - 25/03/2026, 15:55 WIB

Puncak Arus Balik Jalur Nagreg H+3, Tercatat 149 Ribu Kendaraan Melintas

Puncak Arus Balik Jalur Nagreg H+3 (Dokumen Istimewa)

fin.co.id - Puncak arus balik Lebaran di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, terjadi pada H+3. Volume kendaraan yang melintas, tembus 149.030 unit dalam satu hari.

Berdasarkan informasi yang fin.co.id dapat, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung mencatat lonjakan signifikan arus kendaraan dari arah timur menuju Bandung.

Jalur Nagreg kembali menjadi titik krusial pergerakan pemudik yang kembali ke kota, sehingga sedikit terjadi kepadatan saat momentum mudik lebaran.

Lonjakan Kendaraan di Jalur Selatan

Advertisement

Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung, Ruddy Heryadi mengungkapkan, total kendaraan yang melintas pada periode tersebut mencapai 149.030 unit.

“Kalau dilihat dari data kemarin, sudah menjadi puncak arus balik dengan 149.030 kendaraan melintas. Walaupun ada puncak kedua, jumlahnya tidak akan melampaui jumlah kemarin,” ungkap Ruddy Heryadi.

Angka ini menunjukkan tingginya mobilitas masa arus balik Lebaran, khususnya di jalur selatan yang menghubungkan wilayah Garut dan Tasikmalaya menuju Bandung.

Tak hanya itu, volume kendaraan didominasi oleh sepeda motor dan mobil pribadi. Kondisi ini memperlihatkan, bahwa jalur darat masih menjadi pilihan utama pemudik.

Arus Balik Mulai Padat Sejak H-3

Kepadatan lalu lintas mulai terasa sejak H-3 Lebaran. Pada periode ini, arus kendaraan meningkat tajam dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Dishub melihat tren kenaikan ini sebagai indikasi puncak arus balik, apalagi jalur Nagreg memang dikenal sebagai titik pertemuan kendaraan dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Selain itu,pergerakan kendaraan pemudik berlangsung secara dinamis sepanjang hari, terutama pada momen siang hingga malam hari.

“Memang terjadi peningkatan signifikan pada malam hari, terutama selepas Magrib hingga menjelang larut malam, dengan rata-rata kendaraan yang melintas cukup tinggi per jam,” ucapnya.

Advertisement

Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan

Untuk mengantisipasi kemacetan, petugas di lapangan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional. Langkah ini dilakukan, untuk mengurai kepadatan kendaraan yang mengarah ke Bandung.

Tuahta Aldo
Tuahta Aldo
Penulis

Saya merupakan jurnalis fin.co.id yang bertugas meliput peristiwa di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Selain aktif sebagai penulis berita, saya juga aktif menjalani hobi Fotografi dan travelling.