Selat Hormuz Berbayar! Iran Minta Rp30 Miliar per Kapal, Harga Minyak Terancam Melejit!

news.fin.co.id - 25/03/2026, 09:54 WIB

Selat Hormuz Berbayar! Iran Minta Rp30 Miliar per Kapal, Harga Minyak Terancam Melejit!

Ilustrasi Kapal Tanker di Selat Hormuz, Image: DALL·E 3

fin.co.id - Kebijakan mengejutkan datang dari Iran. Pemerintah di Teheran dikabarkan mulai menerapkan tarif sebesar 2 juta dolar AS (sekitar Rp30 miliar) bagi setiap kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz.

Langkah ini diungkap oleh anggota parlemen Iran, Alaeddin Boroujerdi, yang menyebut kebijakan tersebut sebagai simbol kedaulatan baru Iran atas jalur laut paling strategis di dunia.

“Mengumpulkan 2 juta dolar AS biaya transit bagi kapal-kapal yang melintas di selat merefleksikan kekuatan Iran. Perang memiliki ongkos,” ujarnya dalam pernyataan kepada media nasional Iran.

Advertisement

Sebagai salah satu koridor energi paling penting di dunia, Selat Hormuz selama ini menjadi jalur utama distribusi minyak global. Namun kini, jalur tersebut tidak lagi “gratis”.

Menurut laporan berbagai media internasional, termasuk Bloomberg dan Lloyd’s List Intelligence, Iran telah mulai memberlakukan sistem semacam “tol laut” secara informal kepada kapal tanker.

Meski begitu, mekanisme pembayaran tarif ini masih belum sepenuhnya jelas, termasuk metode transaksi dan mata uang yang digunakan.

Namun, sejumlah kapal dilaporkan sudah mulai mematuhi aturan tersebut demi memastikan perjalanan mereka tetap aman.

Kebijakan ini tidak lepas dari memanasnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Boroujerdi menyebut tarif tersebut sebagai bentuk respons terhadap perubahan norma internasional yang dipicu oleh serangan militer terhadap Iran.

Ia menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperkuat posisi Iran dalam konflik yang sedang berlangsung.

Hanya Negara “Bersahabat” yang Diizinkan Melintas

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka, namun hanya untuk negara-negara yang dianggap tidak terlibat dalam agresi terhadap Iran.

Advertisement

Sejauh ini, beberapa negara yang telah berkoordinasi langsung dengan Iran untuk memastikan akses aman antara lain:

  • China

  • India

  • Turki

  • Pakistan

  • Thailand

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID