Gunung Marapi Erupsi Pagi Ini, Dua Kali Meletus dalam Waktu Berdekatan

news.fin.co.id - 26/03/2026, 12:05 WIB

Gunung Marapi Erupsi Pagi Ini, Dua Kali Meletus dalam Waktu Berdekatan

Gunung Marapi erupsi dua kali dalam sehari. Foto: ANTARA/ Muhammad Zulfikar.

fin.co.id - Aktivitas vulkanik Gunung Marapi kembali bikin waswas. Pos Gunung Api (PGA) melaporkan gunung yang berada di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat ini meletus dua kali dalam waktu berdekatan pada Kamis pagi. Intensitas erupsi yang terjadi dalam hitungan jam ini langsung jadi perhatian, apalagi statusnya masih berada di Level II atau waspada.

Dua Kali Erupsi dalam Hitungan Jam

Petugas PGA, Teguh Firmansyah, mengungkapkan letusan pertama terjadi pukul 08.28 WIB. Data seismograf awal mencatat amplitudo maksimum mencapai 21,6 milimeter. Namun, setelah pembaruan data, angka tersebut naik menjadi 22 milimeter dengan durasi letusan selama 27 detik.

Tak butuh waktu lama, erupsi kedua langsung menyusul pada pukul 09.56 WIB. Letusan ini memiliki amplitudo maksimum 10 milimeter dan berlangsung selama 22 detik. Sayangnya, kedua peristiwa tersebut tidak memperlihatkan ketinggian kolom abu secara jelas karena tertutup awan tebal.

Advertisement

Kondisi ini membuat pemantauan visual menjadi terbatas, sehingga masyarakat diminta tetap siaga meskipun tidak melihat langsung dampak abu vulkanik di udara.

Frekuensi Letusan Meningkat Sepanjang Maret

Sepanjang periode 1 hingga 26 Maret 2026, Gunung Marapi yang memiliki ketinggian 2.891 mdpl ini tercatat sudah mengalami sembilan kali erupsi. Angka ini menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup intens dalam waktu kurang dari satu bulan.

Menariknya, dari sembilan letusan tersebut, hanya satu kejadian yang berhasil mencatat tinggi kolom abu secara jelas. Peristiwa itu terjadi pada 9 Maret 2026, dengan kolom abu mencapai 1.600 meter dari puncak. Letusan tersebut berlangsung selama 33 detik.

Sementara itu, letusan lainnya tidak menunjukkan data ketinggian abu karena kondisi cuaca yang tertutup awan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemantauan aktivitas gunung api.

Status Masih Waspada, Jangan Nekat Mendekat

Saat ini, Gunung Marapi masih berada pada status Level II atau waspada yang ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Status ini menandakan adanya aktivitas vulkanik di atas normal, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.

PVMBG secara tegas melarang aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi, tepatnya di Kawah Verbeek. Area ini dianggap paling berbahaya karena berpotensi terdampak langsung oleh material vulkanik.

Larangan ini bukan tanpa alasan. Aktivitas gunung yang fluktuatif bisa memicu erupsi mendadak tanpa tanda-tanda yang jelas, sehingga risiko bagi warga atau pendaki sangat tinggi.

Advertisement

Ancaman Lahar Dingin Saat Hujan

Selain erupsi, ancaman lain yang tak kalah serius adalah potensi lahar dingin. PVMBG mengingatkan warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai berhulu dari Gunung Marapi untuk ekstra hati-hati, terutama saat hujan turun.

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis gaya hidup yang berfokus pada tren kecantikan dan fenomena viral. Berdedikasi mengulas tips perawatan diri yang praktis serta kurasi tren terkini di media sosial. Menyajikan informasi yang inspiratif, akurat, dan relevan bagi kebutuhan gaya hidup modern