Tragis, Korban Tewas di Gaza Akibat Perang Dua Tahun dengan Israel Lampaui 72 Ribu Jiwa!

news.fin.co.id - 26/03/2026, 22:03 WIB

Tragis, Korban Tewas di Gaza Akibat Perang Dua Tahun dengan Israel Lampaui 72 Ribu Jiwa!

Perang dua tahun Hamas-Israel menghancurkan insfrastruktur di Gaza.

fin.co.id - Jumlah warga Palestina yang tewas akibat perang Hamas-Israel selama dua tahun di Jalur Gaza telah meningkat menjadi 72.267 jiwa sejak Oktober 2023. Hal itu diungkapkan Kementerian Kesehatan Gaza, Kamis, 26 Maret 2026.

Menurut kementerian tersebut, rumah sakit menerima dua jenazah dan 17 orang terluka selama 24 jam terakhir, termasuk satu orang yang meninggal karena luka-luka sebelumnya.

Pernyataan tersebut tidak merinci keadaan korban terbaru. Tetapi, pejabat Palestina mengatakan, pasukan Israel telah melakukan pelanggaran harian terhadap gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025.

Masih menurut kementerian itu, setidaknya 691 orang telah tewas dan 1.876 lainnya terluka akibat tembakan Israel sejak gencatan senjata.

Advertisement

Dengan angka terbaru ini, kementerian mengatakan jumlah total korban luka sejak Oktober 2023 telah mencapai 171.976.

Kesepakatan gencatan senjata tercapai setelah dua tahun perang yang dimulai pada 8 Oktober 2023, yang mengakibatkan kehancuran luas sekitar 90% infrastruktur sipil Gaza, dengan biaya rekonstruksi yang diperkirakan oleh PBB sekitar USD70 miliar.

Serangan Israel Hancurkan Infrastruktur Gaza

Dilaporkan pula, di bawah terik matahari musim dingin di Kota Gaza, kerumunan warga Palestina yang memegang wadah kosong berkumpul di sekitar truk pengiriman air.

Bagi banyak lingkungan yang hancur akibat perang genosida Israel yang sedang berlangsung, kendaraan-kendaraan ini sekarang menjadi satu-satunya sumber air minum yang dapat diandalkan.

Serangan militer Israel yang diluncurkan pada Oktober 2023 telah menghancurkan sebagian besar infrastruktur air Gaza.

Sepanjang perang, Israel berulang kali membom pipa air dan infrastruktur sipil lainnya. Akibatnya, stasiun pompa telah berhenti berfungsi, dan mesin berat yang dibutuhkan untuk perbaikan penting berada dalam reruntuhan.

Di stasiun air Yassin di Gaza utara, yang dulunya merupakan jalur kehidupan bagi ribuan penduduk, fasilitas tersebut sekarang hampir tidak berfungsi.

Para pejabat memperingatkan bahwa kerusakan di lokasi ini saja telah menyebabkan puluhan ribu orang kehilangan akses air bersih yang stabil, dan laju perbaikan sangat lambat karena blokade ketat Israel terhadap peralatan dan suku cadang.

Advertisement
Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID