Cerita Perusahaan Otobus Bali Hadapi Kemacetan Pelabuhan Gilimanuk saat Lebaran

news.fin.co.id - 27/03/2026, 13:36 WIB

Cerita Perusahaan Otobus Bali Hadapi Kemacetan Pelabuhan Gilimanuk saat Lebaran

Sleeper Bus PO Surya Bali (Dokumen @Hisyam_N3011)

fin.co.id - Mudik Lebaran 2026 dari Terminal Ubung, Denpasar, Bali, meninggalkan banyak cerita tentang antrean panjang kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk. 

Kemacetan panjang di Jalan Denpasar - Gilimanuk, membuat banyak perusahaan otobus (PO) mendapat banyak keluhan dari penumpang.

Umumnya para penumpang mengeluh kepada pengurus ataupun perwakilan agen bus di terminal, lantaran tak kunjung diberangkatkan ke kampung halaman.

PO Surya Bali Mendapat Keluhan dari Penumpang

Advertisement

Salah satu perusahaan yang mendapat keluhan salah satunya PO Surya Bali, yang merupakan salah satu penyedia transportasi legend di pulau Bali.

Manager Operasional PO Surya Bali, Fadjar Oetama mengungkapkan, pihaknya telah menginformasikan dahulu kepada para penumpang terkait kondisi menuju Pelabuhan Gilimanuk yang padat merayap. 

"Apa yang sudah kami jadwalkan, semuanya kacau. Kami hitung estimasi pemberangkatan atau selama perjalanan dari dan tujuan, itu semuanya meleset," ungkap Fadjar Oetama.

Namun setelah pengumuman itu disampaikan ke penumpang, kondisi jalanan menuju ke pelabuhan tak kunjung membaik hingga H-4 Lebaran.

"Biasanya itu macet kan 10 sampai 12 jam, ini kan sudah di atas 20 jam," jelasnya.

Menurutnya, kemacetan pada momen mudik 2026 kali ini menjadi yang terparah dibandingkan momen lebaran tahun-tahun sebelumnya.

Merespon kondisi yang terjadi, PO Surya Bali menyiapkan bus pengganti untuk membawa penumpang yang sudah menunggu kepastian jadwal keberangkatan dari Denpasar menuju Gilimanuk. 

Manajemen mempersiapkan shuttle bus untuk membawa penumpang ke Gilimanuk, lalu dikawal untuk proses penyeberangan ke Banyuwangi.

"Setelah di Banyuwangi, baru bus kami yang sudah standby di sana membawa penumpang ke tujuannya. Ada yang ke Jepara, Yogyakarta, Solo, Magelang. Ini mau nggak mau, karena penumpang sudah mulai komplain," ucapnya.

Advertisement

Imbas kemacetan dan penyediaan shuttle bus, Fadjar menjelaskan bahwa pengeluaran perusahaan membengkak. Namun, pihaknya memastikan seluruhnya demi kenyamanan penumpang.

Tuahta Aldo
Tuahta Aldo
Penulis

Saya merupakan jurnalis fin.co.id yang bertugas meliput peristiwa di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Selain aktif sebagai penulis berita, saya juga aktif menjalani hobi Fotografi dan travelling.