fin.co.id - Pernyataan mengejutkan datang dari Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, yang secara terbuka mengakui bahwa Moskow memang menyuplai produk-produk militer ke Iran.
Namun di saat yang sama, Lavrov dengan tegas membantah tudingan bahwa Rusia turut memberikan informasi intelijen kepada Teheran, terutama dalam konteks konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah.
Dalam konferensi pers yang dikutip INA pada Kamis (27/3/2026), Lavrov menegaskan:
“Kami tidak mentransfer informasi intelijen ke Iran, dan semua pihak sebenarnya mengetahui titik koordinat pangkalan AS di kawasan.”
Lavrov menegaskan bahwa hubungan antara Rusia dan Iran dalam bidang pertahanan memang sudah lama terjalin melalui kerja sama teknik-militer.
“Kami memiliki perjanjian kerja sama teknik-militer dengan Iran dan telah menyediakan produk militer untuk Teheran,” tambahnya.
Pernyataan ini sekaligus mengonfirmasi bahwa Rusia tetap menjadi salah satu pemasok utama kebutuhan militer Iran, meskipun situasi geopolitik saat ini semakin sensitif.
Pangkalan Amerika Serikat Jadi Target Serangan
Dalam pernyataannya, Lavrov juga menyinggung meningkatnya serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, aksi tersebut merupakan konsekuensi dari kebijakan Washington yang disebutnya sebagai “petualangan tanpa alasan”.
Pangkalan-pangkalan AS di kawasan memang menjadi titik strategis dalam konflik, terutama di wilayah Teluk Persia dan sekitarnya.
Lavrov bahkan menyiratkan bahwa lokasi pangkalan tersebut bukanlah rahasia besar, sehingga tidak memerlukan bantuan intelijen khusus untuk diketahui pihak lain.