fin.co.id - Fenomena viral di media sosial seperti TikTok dan Instagram Reels belakangan ini menyoroti angka fantastis Rp6 juta per hari yang diterima pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Konten tersebut memicu berbagai reaksi publik. Tak sedikit yang mengira angka tersebut merupakan gaji pribadi atau keuntungan bersih pengelola.
Padahal, fakta di lapangan jauh berbeda.
Menurut penjelasan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN), angka Rp6 juta per hari bukanlah penghasilan pribadi.
Dana tersebut adalah biaya operasional untuk menjalankan satu unit dapur SPPG yang melayani ribuan penerima manfaat setiap hari.
Artinya, uang itu digunakan untuk memastikan:
-
Makanan bergizi tersedia
-
Distribusi berjalan lancar
-
Standar kebersihan dan keamanan terpenuhi
Apa Itu SPPG dan Kenapa Butuh Dana Besar?
SPPG merupakan ujung tombak pelaksanaan program MBG. Tugasnya tidak sekadar memasak, tetapi juga memastikan makanan sampai ke tangan siswa dengan aman dan sesuai standar gizi.
Satu unit SPPG rata-rata melayani:
-
2.500 hingga 3.000 porsi per hari
Dengan skala sebesar itu, operasional dapur SPPG lebih mirip katering industri dibanding dapur rumahan.
Agar lebih jelas, berikut gambaran sederhana alokasi dana Rp6 juta per hari:
-
Bahan baku makanan: ± Rp3.000.000
-
Gas, listrik, air: ± Rp500.000
-
Transportasi distribusi: ± Rp700.000
-
Upah tenaga dapur: ± Rp1.200.000
-
Perawatan alat: ± Rp400.000
-
Kebersihan & sanitasi: ± Rp200.000