Nama Hendrik Irawan sempat viral setelah mengunggah video yang menyinggung angka Rp6 juta per hari.
Konten tersebut menuai kritik karena dianggap tidak sensitif.
Merespons hal itu, Hendrik bahkan melaporkan beberapa akun ke polisi karena:
-
Mengunggah ulang tanpa izin
-
Menyebarkan narasi negatif
Ia menilai banyak informasi yang beredar telah melenceng dari fakta teknis di lapangan.
Kasus ini membuka mata publik bahwa transparansi sangat penting dalam program besar seperti MBG.
BGN menegaskan bahwa:
-
Dana Rp6 juta bukan pemborosan
-
Ini adalah strategi menjaga kualitas layanan
-
Bertujuan memastikan distribusi makanan tetap stabil
Bahkan untuk yayasan non-profit, dana ini dikategorikan sebagai hibah, bukan keuntungan usaha. (*)