fin.co.id - Aksi warga memblokir rel kereta api di Kelurahan Garuntang, Bandar Lampung, langsung viral dan memicu perhatian publik. Kejadian ini terjadi pada Rabu, 25 Maret 2026, setelah sebuah insiden kecelakaan di perlintasan tanpa palang pintu.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah warga bergotong royong menutup jalur rel menggunakan dua batang besi rel bekas. Aksi tersebut langsung memancing reaksi karena dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan perjalanan kereta api.
Peristiwa ini bermula dari kecelakaan yang melibatkan sebuah mobil di perlintasan kereta tanpa pengaman. Menurut keterangan warga sekitar, mobil tersebut tertabrak kereta saat posisi kereta sudah sangat dekat dengan lokasi perlintasan.
Tak lama setelah kejadian, keluarga korban bersama warga sekitar langsung mengambil tindakan. Mereka memblokir jalur rel sebagai bentuk protes terhadap insiden yang terjadi. Aksi ini pun dilakukan secara spontan dan melibatkan beberapa orang yang terlihat dalam video viral tersebut.
Selain itu, warga menggunakan dua batang rel bekas sebagai alat untuk menghalangi jalur kereta. Cara ini tentu memicu kekhawatiran karena dapat mengganggu operasional kereta api yang melintas.
Aksi pemblokiran rel ini bukan tanpa alasan. Keluarga yang terlibat dalam kecelakaan tersebut menuntut pertanggungjawaban berupa ganti rugi kepada PT KAI.
Mereka menyuarakan protes karena perlintasan tempat kejadian diketahui tidak memiliki palang pintu sebagai sistem pengaman. Kondisi ini dianggap meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat kendaraan melintas tanpa adanya peringatan yang memadai.
Meski begitu, tindakan memblokir rel tetap menuai kritik. Banyak pihak menilai aksi tersebut justru memperbesar potensi bahaya, baik bagi perjalanan kereta maupun keselamatan warga itu sendiri.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai insiden kecelakaan maupun aksi pemblokiran rel tersebut. Situasi ini membuat publik terus berspekulasi mengenai langkah selanjutnya yang akan diambil oleh pihak berwenang.
Aksi warga di Bandar Lampung ini menjadi perbincangan luas di media sosial. Banyak netizen mempertanyakan keamanan perlintasan tanpa palang pintu, sementara yang lain mengkritik cara protes yang dinilai berbahaya.
Peristiwa ini juga memunculkan diskusi tentang tanggung jawab berbagai pihak dalam menjaga keselamatan di jalur kereta api. Di tengah viralnya kejadian ini, publik kini menunggu klarifikasi resmi dan solusi konkret agar kejadian serupa tidak terulang.