fin.co.id - Ketegangan di kawasan Asia Barat kembali memanas setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melontarkan tuduhan serius terhadap Amerika Serikat dan Israel.
Dalam forum Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Araghchi menyebut kedua negara tersebut telah melakukan tindakan yang mengarah pada genosida, dengan menghancurkan ribuan fasilitas sipil di Iran.
Menurut Abbas Araghchi, selama 27 hari konflik berlangsung:
-
Lebih dari 1.000 sekolah dihancurkan
-
Sekitar 1.000 siswa dan guru menjadi korban tewas maupun luka-luka
Ia menilai serangan tersebut tidak hanya menyasar target militer, tetapi juga fasilitas sipil yang vital bagi masyarakat.
Infrastruktur Vital Ikut Hancur
Tak hanya sektor pendidikan, Iran juga mengklaim sejumlah infrastruktur penting menjadi sasaran serangan, di antaranya:
-
Rumah sakit dan ambulans
-
Tenaga kesehatan
-
Kilang minyak
-
Sumber air bersih
-
Kawasan permukiman warga
Serangan terhadap fasilitas tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.
Tuduhan Genosida dan Kritik Tajam ke AS
Dalam pernyataannya, Abbas Araghchi menuding Amerika Serikat secara terang-terangan melakukan kejahatan genosida.
Ia juga menyoroti pernyataan pejabat militer AS, termasuk Pete Hegseth, yang disebut menyatakan tidak akan memberikan belas kasihan dalam perang.
Menurut Araghchi: