Guru MTs di Depok Dinonaktifkan Usai Kasus Viral, Sekolah Pastikan Siswa Aman

news.fin.co.id - 30/03/2026, 14:59 WIB

Guru MTs di Depok Dinonaktifkan Usai Kasus Viral, Sekolah Pastikan Siswa Aman

Pihak MTs di Depok akhirnya memberikan klarifikasi terkait viralnya kabar seorang guru di sekolah tersebut yang diduga menawarkan jasa seksual.

fin.co.id – Pihak MTs di Depok akhirnya memberikan klarifikasi terkait viralnya kabar seorang guru di sekolah tersebut yang diduga menawarkan jasa seksual.

Juru bicara sekolah, Jarkasih, menyampaikan bahwa guru berinisial IKD telah diberhentikan sementara dari seluruh kegiatan sekolah sejak Jumat, 27 Maret 2026.

"Yang bersangkutan memang benar merupakan guru di MTS. Namun, sejak Jumat sore sudah kami nonaktifkan dari seluruh aktivitas di sekolah," katanya kepada wartawan di lokasi, Senin, 30 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil setelah pihak yayasan, kepala madrasah, serta dewan guru mengadakan rapat internal menyusul beredarnya informasi yang ramai diperbincangkan publik.

Advertisement

Menurut Jarkasih, sejak mulai mengajar sekitar tahun 2017, IKD dikenal sebagai pengajar yang memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya. Selain mengajar, ia juga menjalankan peran sebagai operator sekolah dan mengampu mata pelajaran Bahasa Inggris serta IPS.

"Secara pribadi, yang bersangkutan dikenal baik, disiplin dan memiliki semangat mengajar yang tinggi. Karena itu, kami semua sangat kaget saat kabar ini muncul," jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, pihak sekolah segera melakukan pengecekan terhadap kondisi siswa dan menjalin komunikasi dengan para orang tua.

"Hingga saat ini, alhamdulillah tidak ditemukan adanya siswa kami yang menjadi korban," ujarnya.

Sekolah juga bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait, seperti puskesmas setempat dan dinas kesehatan, untuk memberikan pendampingan sekaligus memastikan lingkungan sekolah tetap aman.

Dalam pertemuan internal yang dilakukan di luar area sekolah, IKD disebut bersikap terbuka dan mengakui perbuatannya.

"Yang bersangkutan mengakui bahwa perbuatan tersebut pernah dilakukan, bahkan sejak tahun 2014, sebelum bergabung dengan sekolah ini," tuturnya.

Disebutkan pula bahwa yang bersangkutan telah mengidap HIV sejak tahun yang sama. Meski demikian, IKD membantah pernah melakukan tindakan menyimpang terhadap siswa di sekolah tersebut.

"Dia bersumpah tidak pernah melakukan hal tersebut kepada siswa-siswi di sini," sebutnya.

Advertisement

Berdasarkan hasil klarifikasi internal, tindakan tersebut diduga dilatarbelakangi oleh faktor ekonomi.

"Pengakuannya, hal itu dilakukan karena kebutuhan ekonomi, bukan karena kelainan," terangnya.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID