Profil Praka Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI Asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon Akibar Serangan Israel

news.fin.co.id - 30/03/2026, 17:51 WIB

Profil Praka Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI Asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon Akibar Serangan Israel

fin.co.id - Kabar duka datang dari misi perdamaian dunia di Timur Tengah. Seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), Farizal Rhomadhon, gugur saat menjalankan tugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon.

Di balik kabar pilu tersebut, tersimpan kisah pengabdian seorang prajurit muda yang mendedikasikan hidupnya untuk bangsa dan perdamaian dunia.

Praka Farizal Rhomadhon dikenal sebagai sosok prajurit yang berdedikasi tinggi. Ia lahir di Kulon Progo pada 3 Januari 1998 dan telah mengabdikan dirinya sebagai anggota TNI sejak usia muda.

Advertisement

Pada usia 28 tahun, ia dipercaya menjalankan berbagai tugas penting sebagai bagian dari satuan tempur TNI yang bertugas menjaga stabilitas keamanan, baik di dalam negeri maupun dalam misi internasional.

Dalam karier militernya, Farizal bertugas di satuan Yonif 113/Jaya Sakti yang berada di bawah komando Brigif 25/Siwah, bagian dari Kodam Iskandar Muda di Aceh.

Di kesatuannya, ia dipercaya mengemban tugas sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kima, sebuah posisi penting yang berkaitan dengan penegakan disiplin dan ketertiban di lingkungan militer.

Peran provost dalam sebuah satuan sangat vital karena bertanggung jawab memastikan seluruh prajurit menjalankan aturan militer dengan baik.

Tugas tersebut membutuhkan integritas, ketegasan, serta tanggung jawab besar dalam menjaga profesionalisme pasukan.

Pengabdian Farizal tidak hanya terbatas di dalam negeri. Ia juga dipercaya menjalankan tugas internasional dalam misi perdamaian dunia yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Ia tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), yakni pasukan penjaga perdamaian yang bertugas menjaga stabilitas keamanan di wilayah konflik antara Lebanon dan Israel.

Dalam misi tersebut, Farizal menjadi bagian dari Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S.

Sebagai pasukan penjaga perdamaian, tugas yang diemban tidaklah mudah. Prajurit harus menjalankan berbagai operasi keamanan, patroli wilayah konflik, serta membantu menjaga stabilitas dan keamanan masyarakat setempat.

Advertisement

Misi UNIFIL sendiri dikenal sebagai salah satu operasi perdamaian paling kompleks di dunia karena berada di wilayah yang memiliki sejarah konflik panjang.

Atas dedikasi dan pengabdiannya sebagai prajurit TNI, Farizal juga pernah menerima sejumlah penghargaan dari negara.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID