Fin.co.id - Nama Steven Lyons (45) mendadak menjadi buah bibir. Ini setelah tim gabungan Polri meringkusnya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Sabtu (28/3/2026).
Namun, bagi otoritas keamanan Eropa, Lyons bukan sekadar WNA Inggris biasa. Ia adalah pemimpin salah satu klan mafia paling ditakuti di Skotlandia.
Penangkapannya di Bali merupakan puncak dari investigasi multinasional bertajuk "Operasi Armourum".
Siapakah sebenarnya sosok Steven Lyons? Ia disebut-sebut sebagai otak pencucian uang, perdagangan gelap internasional, peredaran narkoba, dan kasus pembunuhan sadis di Malaga dan Madrid pada 2024 lalu.
Klan Lyons, Dinasti Kriminal dari North Lanarkshire
Steven Lyons merupakan pemimpin klan Lyons, organisasi kriminal yang awalnya berbasis di Cumbernauld. Selama lebih dari dua dekade, kelompok ini terlibat dalam perseteruan berdarah dengan rival abadi mereka, klan Daniel dari Glasgow.
Titik balik hidup Steven terjadi pada tahun 2006. Ia nyaris tewas dalam insiden penembakan brutal di sebuah garasi di Lambhill yang menewaskan sepupunya.
Pasca-kejadian itu, Steven Lyons memilih hengkang dari Skotlandia dan membangun imperiumnya dari luar negeri, mulai dari Spanyol hingga Dubai.
Pelarian Steven ke Costa del Sol, Spanyol, justru memperluas jaringan bisnis haramnya. Ia menjalin aliansi strategis dengan Daniel Kinahan, putra pendiri kartel Kinahan yang juga dikenal sebagai mantan promotor tinju dunia.
"Pada pertengahan 2010-an, kelompok Lyons tumbuh lebih besar dan kaya dengan memanfaatkan jaringan global kartel Kinahan. Mereka bukan lagi sekadar geng lokal, melainkan pemain utama dalam rantai pasokan ilegal internasional," ungkap Stephen Dempster, produser dokumenter kriminalitas Irlandia.
Jejak Darah di Spanyol & Operasi Portaledge
Perseteruan klan Lyons tak kunjung padam meski mereka berada di luar negeri. Pada Mei 2025, saudara Steven, Eddie Lyons Jr, tewas ditembak di sebuah bar di Spanyol setelah menonton final Liga Champions.
Insiden ini diduga kuat sebagai serangan balasan dari kelompok Daniel. Di sisi lain, Kepolisian Skotlandia meluncurkan Operasi Portaledge untuk memberangus jaringan ini.
Operasi yang didukung Europol ini berhasil mengamankan aset senilai jutaan pound sterling, termasuk vila mewah di Turki, serta melakukan lebih dari 60 penangkapan di berbagai negara.
Setelah sempat ditahan di Dubai dan dikabarkan tertangkap di Bahrain pada awal Maret 2026, Steven Lyons tiba-tiba muncul di Bali.