Fin.co.id - Produk susu Makan Bergizi Gratis (MBG) kini jadi sorotan publik. Bukan hanya karena diperjualbelikan bebas di minimarket, tetapi juga karena komposisinya yang memicu rasa penasaran masyarakat.
Susu kemasan kecil berukuran 125 ml tersebut diketahui dijual di sejumlah minimarket dengan harga sekitar Rp4.000 per kotak.
Padahal, pada kemasannya tercantum jelas bahwa produk tersebut tidak diperuntukkan untuk dijual alias gratis.
Berdasarkan informasi pada label, produk susu tersebut mengandung sekitar 50 persen susu segar.
Sisanya merupakan campuran bahan lain yang digunakan untuk membentuk karakteristik susu secara keseluruhan.
Hal ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai perbedaan antara susu segar dan susu rekombinasi.
“Komposisi ini masih sesuai dengan standar pangan yang berlaku,” demikian penjelasan umum terkait produk tersebut.
Perbedaan Susu Segar dan Rekombinasi
Susu segar merupakan hasil langsung dari perahan sapi yang kemudian diproses melalui metode seperti pasteurisasi atau sterilisasi.
Sementara itu, susu rekombinasi adalah produk yang dibuat dengan mencampurkan kembali bahan dasar susu, seperti susu bubuk, dengan air dan komponen tambahan lain.
Metode rekombinasi ini sering digunakan dalam produksi skala besar untuk memenuhi kebutuhan yang tinggi.
Dalam program pangan berskala nasional, penggunaan susu campuran bukan hal yang asing. Salah satu penyebab utamanya adalah keterbatasan produksi susu segar di dalam negeri.
Saat ini, produksi susu lokal hanya mampu memenuhi sebagian kecil dari total kebutuhan nasional, sehingga diperlukan alternatif untuk menjaga pasokan tetap stabil.
Standar dan Regulasi yang Berlaku
Produk susu dalam program MBG tetap mengacu pada regulasi dari BPOM.