Internasional . 03/04/2026, 18:21 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Namun setelah tercapainya perjanjian damai dengan pemerintah Rusia, kelompok tersebut kemudian bertransformasi menjadi unit militer yang bekerja sama dengan pasukan Rusia.
Dalam beberapa tahun terakhir, Kadyrovtsy juga dilaporkan terlibat dalam berbagai operasi militer Rusia, termasuk dalam konflik di Ukraina.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat tajam sejak konflik yang dimulai pada 28 Februari 2026.
Konflik tersebut terjadi di tengah negosiasi nuklir tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat.
Situasi semakin memanas setelah dilaporkan terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, dalam rangkaian operasi militer yang juga menargetkan sejumlah pejabat militer senior dan warga sipil.
Beberapa laporan menyebutkan bahwa korban sipil juga termasuk lebih dari 170 anak sekolah di wilayah Minab, yang semakin memicu kemarahan publik di Iran.
Sebagai respons terhadap serangan tersebut, angkatan bersenjata Iran melancarkan serangkaian operasi balasan dalam skala besar.
Iran disebut telah meluncurkan puluhan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan berbagai posisi militer Israel serta pangkalan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Serangan tersebut menambah ketegangan regional dan meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik menjadi perang berskala besar.
Situasi semakin rumit setelah muncul tuduhan dari pemerintah Iran terkait dugaan keterlibatan pihak lain dalam konflik tersebut.
Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani, mengirimkan surat resmi kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres, serta Dewan Keamanan PBB.
Dalam surat tersebut, Iran menuduh bahwa Ukraina telah mengirimkan ratusan ahli militer ke wilayah konflik.
Menurut Iravani, para ahli tersebut diduga terlibat dalam operasi militer yang disebutnya sebagai agresi yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Namun hingga saat ini, belum ada konfirmasi independen terkait klaim tersebut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media