Hukum dan Kriminal . 03/04/2026, 15:22 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Integritas Vicky justru dibalas dengan mutasi mendadak. Di tengah panasnya penyidikan, ia dipindahkan ke Polres Kepulauan Talaud—wilayah pelosok di perbatasan Indonesia yang sangat jauh dari lokasi perkara.
Publik meyakini mutasi ini adalah upaya sistematis untuk menjauhkan Vicky dari target bidikannya.
Sebelum menyerah, Vicky Katiandagho sempat mengirimkan surat resmi kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
Namun, hingga detik dirinya resmi mundur, Sang Jenderal tak memberikan respons sedikit pun.
Tidak diketahui apakah surat tersebut sengaja ditahan oleh birokrasi di bawahnya atau memang diabaikan.
Video perpisahan Vicky di depan Gedung Utama Polda Sulut menjadi momen paling emosional bagi netizen.
Sambil terisak, ia memeluk erat putrinya, seolah mengisyaratkan bahwa keputusan ini diambil demi menjaga kehormatan keluarga dan nuraninya sebagai manusia.
Dilihat dari akun media sosialnya, tanpa atribut kepolisian, Vicky tampak asyik meracik kopi untuk pembeli.
Dukungan mengalir deras dari netizen yang menganggap profesi barunya jauh lebih terhormat daripada bertahan di bawah tekanan oknum pejabat.
Hambatan yang dialami Vicky terlihat jelas dalam urutan waktu penanganan kasus berikut ini:
Hingga berita ini diturunkan, Polda Sulawesi Utara masih memilih bungkam seribu bahasa terkait tudingan intervensi pejabat utama dalam kasus korupsi tersebut.
Termasuk alasan polisi tidak lagi melanjutkan perkara korupsi tas ramah lingkungan yang diduga melibatkan pejabat di Minahasa.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media