fin.co.id - Ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, membuat pernyataan mengejutkan yang langsung menarik perhatian dunia internasional.
Melalui platform media sosial X pada Kamis malam (2/4/2026), Ghalibaf mengancam akan mengungkap identitas para aktor keuangan di Amerika Serikat yang diduga berada di balik kebijakan militer Washington terhadap Teheran.
Pernyataan tersebut memicu spekulasi baru mengenai keterlibatan kelompok finansial dalam menentukan arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat terhadap Iran.
“Kami mengikuti aliran uang,” tulis Ghalibaf dalam unggahannya.
Menurutnya, Iran telah menemukan adanya kampanye finansial terkoordinasi yang bertujuan memengaruhi keputusan militer pemerintah Amerika Serikat terhadap negaranya.
Iran Tuding Ada Pertemuan Rahasia Bankir dan Hedge Fund
Dalam unggahan tersebut, Ghalibaf menuduh bahwa pada pekan lalu sekelompok kecil bankir dan manajer hedge fund berkumpul dalam sebuah pertemuan tertutup.
Ia mengklaim bahwa pertemuan itu bertujuan menentukan arah kebijakan perang Washington terhadap Iran.
Ghalibaf bahkan menyebut bahwa kelompok tersebut mencoba “menyandera kebijakan perang” Amerika Serikat dengan memanfaatkan kekuatan finansial mereka.
“Sekelompok kecil bankir dan hedge fund bertemu dan memutuskan untuk menyandera kebijakan perang Washington terhadap Iran,” tulisnya.
Namun hingga saat ini, ia belum mengungkap identitas para pihak yang dimaksud.
Sebaliknya, Ghalibaf justru melempar pertanyaan bernada provokatif kepada publik global.
“Sebutkan nama?” tulisnya.
Yang menarik, alih-alih menyampaikan informasi melalui jalur diplomasi resmi atau media pemerintah Iran, Ghalibaf justru menggunakan pendekatan tidak biasa.