fin.co.id - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah muncul laporan mengenai serangan rudal yang berhasil menghancurkan sejumlah aset militer udara milik Washington.
Laporan tersebut pertama kali muncul dari media Iran yang menyebut bahwa operasi militer AS di wilayah Iran mengalami kerugian besar.
Namun di tengah situasi tersebut, pihak Washington justru mengklaim keberhasilan dalam misi penyelamatan dramatis terhadap jet tempur yang jatuh di wilayah musuh.
Perbedaan klaim dari kedua pihak ini semakin mempertegas bahwa situasi di kawasan Timur Tengah berada dalam kondisi yang sangat tegang.
Menurut laporan media Iran, sebuah pesawat angkut militer jenis Lockheed C-130 Hercules dilaporkan hancur ketika digunakan dalam operasi penyelamatan pilot dari jet tempur F-15E Strike Eagle milik AS yang sebelumnya ditembak jatuh.
Eskalasi konflik semakin meningkat setelah pernyataan resmi dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Korps Garda Revolusi Iran.
Juru bicara IRGC mengklaim bahwa telah berhasil menghancurkan sejumlah aset militer udara milik AS dalam operasi militer di wilayah selatan Isfahan .
Menurut klaim tersebut, pasukan Iran berhasil menembak jatuh:
-
Dua pesawat angkut militer C-130
-
Dua helikopter
Sikorsky UH-60 Black Hawk
Jika klaim ini benar, maka kerugian yang dialami militer AS dalam operasi tersebut tergolong cukup besar.
Namun hingga kini memastikan belum ada konfirmasi independen yang dapat kebenaran laporan tersebut.
Trump Klaim Misi Penyelamatan Pilot Berhasil
Di sisi lain, Donald Trump menyampaikan versi berbeda terkait peristiwa tersebut.
Melalui platform media sosial Truth Social, Trump mengonfirmasi bahwa dua awak pesawat tempur F-15E Strike Eagle yang sebelumnya dinyatakan hilang telah berhasil diselamatkan oleh militer AS.