fin.co.id - Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, melakukan pertemuan strategis dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, di Bantul, Yogyakarta pada Minggu malam, 5 April 2026. Dalam agenda kunjungan kerja tersebut, kedua tokoh ini membedah dinamika geopolitik internasional serta tantangan bangsa ke depan.
Selain berdiskusi, Muzani juga membawa pesan khusus dari Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan bagi para tokoh agama dan pimpinan lembaga pendidikan di wilayah tersebut.
Pesan Presiden dan Pentingnya Solidaritas Nasional
Muzani menegaskan bahwa kehadirannya membawa salam hormat dari kepala negara untuk para intelektual dan ulama di Yogyakarta.
“Saya menyampaikan kabar ini kepada beliau (Presiden Prabowo) bahwa saya akan berkunjung ke Yogyakarta dan beliau menyampaikan salam hormat kepada tokoh-tokoh, para ulama, para pimpinan pondok pesantren yang akan kami kunjungi, termasuk kepada Prof Haedar dan Ibu Haedar,” kata Muzani dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 6 April 2026.
Dalam dialog tersebut, Haedar Nashir menekankan bahwa persatuan bangsa adalah fondasi paling krusial dalam menavigasi ketidakpastian politik dunia.
“Kami mendiskusikan bahwa modal terkuat kita adalah persatuan. Jadi, ketika kita bersatu menghadapi situasi politik global seberat apa pun itu, Indonesia insyaallah akan mampu menghadapinya,” ujarnya.
Komitmen Geopolitik dan Kedaulatan
Muhammadiyah memberikan apresiasi terhadap arah kebijakan luar negeri Presiden Prabowo yang dinilai konsisten dalam menjaga marwah kedaulatan serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, termasuk dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.
“Dan kami percaya bahwa Presiden Prabowo dengan semangat konstitusional dan menjaga kedaulatan Indonesia akan membawa Indonesia pada prinsip-prinsip kemerdekaan, keadilan, dan keadaban atau kemanusiaan yang beradab di dalam membawa orientasi politik global, termasuk membela Palestina,” katanya.
Strategi Menuju Indonesia Emas 2045
Selain isu keamanan dan politik, fokus utama diskusi tersebut adalah mengenai akselerasi Indonesia menjadi negara maju. Haedar menggarisbawahi bahwa kunci utama dalam meraih target Indonesia Emas 2045 terletak pada penguatan sektor SDM dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Dengan fokus kita perlu membangun sumber daya manusia lewat pendidikan, kesehatan, dan sosial yang kuat. Muhammadiyah concern (menaruh perhatian) tetap di situ ditambah dengan kekuatan dan membangun ekonomi,” ujarnya.
Melalui sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah, diharapkan potensi besar bangsa Indonesia dapat dioptimalkan demi kesejahteraan jangka panjang.