Fin.co.id – Keinginan Eva Lasrini kembali ke Indonesia untuk memeluk kedua putrinya di Bali berakhir tragis. Wanita berusia 53 tahun itu ditemukan tak bernyawa di dekat Little River Road dan Princes Freeway, sekitar 80 kilometer dari kediamannya di Dandenong, Melbourne, pada Sabtu (04/04/2026).
Pelakunya adalah orang dekat, yaitu mantan suaminya, Allan Keys. Polisi Australia menetapkan pria berumur 67 tahun itu sebagai tersangka tunggal dalam kasus pembunuhan ini.
Allan Keys ditangkap secara dramatis di Bandara Melbourne. Ia diringkus sesaat sebelum menaiki penerbangan internasional untuk melarikan diri dari kejaran hukum.
"Ibu saya memiliki hati yang sangat indah dan polos. Dia seharusnya berada di pesawat minggu ini untuk merayakan bisnis baru kami di Bali. Tapi kini kami harus menghadapinya sendirian," ujar Adeline, salah satu putri Eva Lasrini.
Upaya Licik Pelaku Menutupi Jejak
Penyelidikan polisi mengungkap fakta mengejutkan tentang perilaku Allan Keys pasca hilangnya Eva pada Rabu (01/04).
Allan Keys sempat mengunggah foto dengan keterangan "Gadis baru, kehidupan baru!" pada hari yang sama saat kontak Eva Lasrini terputus.
Bahkan, pelaku diduga melakukan rekayasa digital dengan mengunggah foto seolah-olah dirinya sudah berada di Denpasar, Indonesia, pada hari Jumat.
Namun, polisi memastikan unggahan tersebut palsu karena Keys terbukti masih berada di Australia dan ditangkap tepat sebelum meninggalkan negara tersebut.
Kematian Eva memicu gelombang solidaritas dari komunitas Indonesia dan teman-teman lokalnya di Melbourne.
Teman-temannya mengenang Eva sebagai sosok yang lucu dan rendah hati, yang sering menyebut lingkaran pertemanan mereka sebagai "gangster"—sebutan sarkastik untuk kelompok ibu-ibu yang gemar saling mengunjungi dan memasak masakan antarnegara.
Saat ini, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Melbourne tengah bekerja keras mempercepat proses visa bagi putri-putri Eva di Indonesia agar bisa segera terbang ke Australia.
Saat ini, Allan Keys telah ditahan oleh otoritas Pengadilan Magistrat Melbourne. Ia akan menghadapi persidangan pada 10 Agustus 2026 mendatang.
Sementara itu, Gail Porter, sahabat Eva, telah membuka penggalangan dana di GoFundMe untuk menyokong kebutuhan finansial kedua anak Eva yang kehilangan sumber dukungan utama.