fin.co.id - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memasuki babak baru setelah pemerintah Iran menyatakan telah meraih kemenangan penting dalam konflik dengan Amerika Serikat.
Melalui pernyataan resmi yang dirilis oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC), Iran mengklaim bahwa ancaman berhasil memaksa Amerika Serikat untuk menerima 10 poin proposal gencatan senjata yang dikeluarkan oleh Teheran.
Pengumuman tersebut disampaikan pada Rabu, 8 April 2026, dan dikutip oleh media internasional Middle East Eye .
Menurut SNSC, usulan yang disampaikan Iran mencakup sejumlah tuntutan strategi, termasuk jaminan tidak adanya agresi militer di masa depan , pelonggaran sanksi ekonomi, serta pengaturan keamanan baru di kawasan.
Iran Tetap Mengontrol Selat Hormuz
Salah satu poin penting dalam proposal tersebut adalah batasan kendali Iran terhadap jalur strategi pelayaran di Selat Hormuz .
Selat ini merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling vital di dunia karena menjadi rute utama pengiriman minyak dari kawasan Teluk menuju pasar global.
Selain itu, Iran juga menuntut:
-
relaksasi atau pelonggaran sanksi ekonomi
-
mengungkapkan kekuatan Amerika Serikat dari kawasan
-
pembayaran kompensasi atas kerusakan akibat perang
Langkah ini menunjukkan bahwa Iran berupaya memanfaatkan momentum konflik untuk memperkuat ekosistem di kawasan geopolitik.
Negosiasi Akan Digelar di Islamabad
SNSC juga mengonfirmasi bahwa proses negosiasi resmi antara Iran dan Amerika Serikat akan segera dimulai.
Pertemuan tersebut diadakan berlangsung pada tanggal 10 April 2026 di Islamabad , ibu kota Pakistan .
Pakistan diketahui berperan sebagai mediator dalam proses diplomasi antara kedua negara.