China Bantah Tuduhan Amerika Serikat
Menanggapi laporan tersebut, pihak Kedutaan Besar China di Washington dengan tegas membantah tuduhan bahwa Beijing memasok senjata kepada pihak mana pun yang terlibat dalam konflik.
Juru bicara kedutaan menyatakan bahwa China selalu mematuhi kewajiban internasionalnya sebagai negara besar yang bertanggung jawab.
Menurut pernyataan resmi tersebut, informasi yang menyebut China memasok senjata ke Iran dinilai tidak benar.
“China tidak pernah memberikan senjata kepada pihak mana pun dalam konflik,” kata juru bicara tersebut.
Ia juga meminta pemerintah Amerika Serikat untuk tidak membuat tuduhan tanpa dasar yang dapat memperkeruh hubungan internasional.
Isu mengenai sistem rudal bahu ini semakin mendapat perhatian setelah Presiden Donald Trump sebelumnya menyebut bahwa sebuah jet tempur AS jenis F-15 Eagle yang jatuh di wilayah Iran kemungkinan terkena rudal pencari panas yang diluncurkan dari bahu.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam sebuah konferensi pers awal pekan ini.
Sementara itu, Iran mengklaim bahwa mereka menggunakan sistem pertahanan udara baru untuk menembak jatuh pesawat tersebut, namun tidak memberikan detail lebih lanjut mengenai jenis sistem yang digunakan.
Hingga kini, belum ada kepastian apakah sistem yang digunakan berasal dari China atau dari sumber lain.
Ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran meningkat sejak operasi militer gabungan yang dimulai pada Februari lalu.
Konflik tersebut memicu kekhawatiran global karena berpotensi memperluas konflik di kawasan Timur Tengah dan berdampak pada stabilitas ekonomi dunia.
Selain itu, perang tersebut juga memicu lonjakan harga energi global serta meningkatkan ketegangan geopolitik antara negara-negara besar.
China Menjaga Hubungan dengan Iran
Beberapa sumber intelijen menyebut bahwa China kemungkinan tidak memiliki kepentingan strategis untuk secara terbuka terlibat dalam konflik tersebut.