Serangan tersebut menargetkan fasilitas militer, sistem rudal, serta infrastruktur pertahanan Teheran.
Konflik yang terjadi sejak awal tahun ini telah memicu kekhawatiran global karena berpotensi memicu perang regional yang lebih luas.
Selain itu, ketegangan geopolitik tersebut juga berdampak pada stabilitas pasar energi dunia, terutama karena wilayah konflik berada di jalur distribusi minyak global.
China Bantah Tuduhan Pengiriman Senjata
Menanggapi laporan intelijen tersebut, pihak Kedutaan Besar China di Washington memberikan bantahan keras.
Seorang juru bicara kedutaan menegaskan bahwa China tidak pernah memberikan senjata kepada pihak mana pun yang terlibat dalam konflik Iran.
“China tidak pernah memberikan senjata kepada pihak mana pun terkait konflik dengan Iran,” kata juru bicara tersebut.
Pihak China juga meminta pemerintah Amerika Serikat untuk tidak membuat tuduhan yang dinilai tidak berdasar dan dapat memperkeruh hubungan diplomatik.
Menurut Beijing, negara-negara besar seharusnya fokus pada upaya meredakan ketegangan, bukan memperkeruh situasi dengan spekulasi.
Laporan intelijen sebelumnya juga menunjukkan bahwa China dan Rusia memiliki hubungan kerja sama strategis dengan Iran.
Kedua negara tersebut disebut-sebut memberikan dukungan tertentu kepada Teheran, baik dalam bentuk kerja sama teknologi, ekonomi, maupun pertahanan.
Iran sendiri merupakan salah satu pemasok energi penting bagi China, terutama minyak mentah yang menjadi bagian dari kebutuhan energi negeri tersebut.
Karena itu, hubungan antara Beijing dan Teheran selama ini dinilai cukup kuat dari sisi ekonomi maupun geopolitik.
Dalam pernyataan sebelumnya, Trump juga sempat menyinggung peran sejumlah negara Asia terkait keamanan jalur energi di kawasan Timur Tengah.
Ia menyebut negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan sebagai pihak yang seharusnya turut berperan menjaga stabilitas kawasan, terutama terkait keamanan jalur minyak global.