Intisari berita:
1. Harga emas global turun sekitar 2,2% setelah gagalnya perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu ketidakpastian pasar dan tekanan terhadap logam mulia.
2. Kenaikan harga energi dan penguatan dolar AS turut menekan emas, terutama setelah rencana blokade di Selat Hormuz memperburuk kekhawatiran pasokan global.
3. Harga emas Antam ikut merosot, dengan penurunan Rp42.000 per gram menjadi Rp2.818.000, serta harga buyback juga mengalami penurunan signifikan.
fin.co.id – Setelah sempat menunjukkan tren stabil dalam beberapa pekan terakhir, harga emas kembali terkoreksi menyusul kegagalan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Berdasarkan laporan BCA Sekuritas, harga emas dunia turun sekitar 2,2 persen hingga berada di bawah USD 4.650 per ons. Penurunan ini sekaligus menghapus penguatan yang terjadi pada pekan sebelumnya, terutama setelah munculnya rencana AS untuk melakukan blokade di Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Tidak hanya emas, harga perak juga terkoreksi sekitar 3,1 persen menjadi USD 73,52 per ons. Tren penurunan ini turut diikuti oleh logam mulia lain seperti platinum dan paladium.
"Negosiasi akhir pekan (AS) dengan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengubah gencatan senjata yang rapuh menjadi perdamaian abadi setelah enam minggu perang di Timur Tengah," tulis data tersebut, Senin, 13 April 2026.
Sementara itu, harga energi justru bergerak naik. Harga minyak dan gas alam mengalami lonjakan, seiring pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan bahwa pihaknya akan mencegat kapal-kapal yang membayar biaya kepada Iran demi memperoleh jalur aman di Hormuz, jalur penting yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global.
"Ini merupakan hal negatif bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil, yang diuntungkan ketika biaya pinjaman lebih rendah," tulis laporan tersebut.
Diketahui, militer AS berencana memulai blokade pada pukul 10 pagi waktu setempat, Senin (13 April), setelah upaya negosiasi dengan Iran kembali menemui jalan buntu.
Kondisi tersebut turut menekan pasar keuangan, di mana kontrak berjangka ekuitas melemah dan indeks dolar AS menguat hingga 0,4 persen. Penguatan dolar menjadi faktor tambahan yang menekan harga emas, mengingat komoditas ini diperdagangkan dalam mata uang tersebut.
Harga Emas Antam Turun Signifikan
Di dalam negeri, penurunan harga juga terjadi pada emas produksi Aneka Tambang atau Antam. Harga emas per gram tercatat turun sebesar Rp 42.000.
Mengacu pada situs resmi Logam Mulia, harga emas pada Senin, 13 April 2026, berada di level Rp2.818.000 per gram, turun dari Rp2.860.000 per gram pada Sabtu, 11 April 2026.