Skema Sister Company Hubungan Kepemilikan
Investigasi hukum mengungkap adanya hubungan kepemilikan yang sangat erat antara PT Yasa Artha Trimanunggal dan PT Arkan Global Mandiri.
Keduanya dinilai sebagai sister company yang berbagi pengurus yang sama, yakni Yenna Yuniana (Direktur Utama) dan Andri Mulyono (Komisaris Utama).
Corporate Secretary PT Pos Indonesia, Tata Sugiarta, mengungkapkan pihaknya telah berulang kali mencoba menagih secara baik-baik.
Mulai dari klarifikasi dokumen hingga melayangkan tiga kali somasi. Namun, pihak Yasa Artha terus berkelit dengan dalih-dalih yang dianggap tidak berdasar secara hukum.
"Mereka mengaitkan pelunasan dengan pihak lain yang tidak ada dalam perjanjian, serta mendalilkan kekurangan dokumen tanpa rincian yang jelas. Padahal, seluruh bukti fisik dan elektronik sudah diverifikasi oleh Bulog," tegas Tata Sugiarta.
Kok Bisa Perusahaan 'Cacat' Menang Tender Motor BGN?
Keberhasilan PT Yasa Artha Trimanunggal menyabet proyek motor listrik senilai Rp2,4 triliun di tengah kemelut utang Rp65 miliar menjadi anomali besar dalam sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Muncul kekhawatiran serius mengenai kapasitas finansial perusahaan untuk memenuhi pengadaan 25.000 unit motor listrik bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Logikanya, PT Yasa Artha Trimanunggal yang belum mampu melunasi utang Rp65 miliar ke PT Pos Indonesia (BUMN) seharusnya masuk dalam daftar hitam (blacklist). Atau setidaknya tak memenuhi syarat kualifikasi integritas dan finansial.
Tapi fakta berkata lain. PT Yasa Artha Trimanunggal justru ditetapkan menjadi pemenang tender Rp2,4 triliun. Sekaligus memenangkan tender jasa pengiriman kendaraan roda dua (motor listrik) untuk SPPI senilai Rp140.878.898.729.
Banyak pertanyaan serius yang muncul. Seperti bagaimana proses seleksi dilakukan? Apakah rekam jejak perusahaan telah diperiksa secara menyeluruh? Lantas siapa yang bertanggung jawab atas verifikasi kelayakan vendor?
Sejumlah pihak menilai proyek dengan nilai triliunan rupiah seharusnya memiliki standar seleksi yang jauh lebih ketat—kalau perlu superketat. Hingga kini, semuanya belum jelas. Atau ada sesuatu lebih besar yang belum terungkap?
PT Yasa Artha Trimanunggal MENANG TENDER Rp2,4 Triliun dari BGN