Wacana Trem Kota Tua Dikaji, Pemprov DKI Prioritaskan MRT hingga 2029

news.fin.co.id - 14/04/2026, 14:33 WIB

Wacana Trem Kota Tua Dikaji, Pemprov DKI Prioritaskan MRT hingga 2029

Foto ilustrasi kota tua Jakarta (Dokumen Istimewa)

fin.co.id – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo menyatakan rencana pembangunan trem di kawasan Kota Tua Jakarta masih dalam tahap kajian mendalam.

"Untuk trem Kota Tua, tentunya perlu dikaji lebih dalam," kata Pramono di Jakarta Timur, Selasa, 14 April 2026.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah daerah masih memprioritaskan penyelesaian proyek MRT Jakarta fase 2A yang menghubungkan Bundaran HI hingga Kota Tua. Jalur sepanjang sekitar 5,8 kilometer tersebut ditargetkan rampung pada awal 2029.

"Sekarang ini yang akan kita selesaikan adalah yang pertama MRT sampai dengan Kota Tua mudah-mudahan di tahun 2029 awal sudah selesai," ujarnya.

Selain itu, Pemprov DKI juga tengah menyiapkan peluncuran rute Transjabodetabek Blok M–Kota Tua untuk memperkuat akses transportasi menuju kawasan bersejarah tersebut.

Dengan berbagai moda transportasi yang terintegrasi, Pramono optimistis Kota Tua akan semakin mudah dijangkau dan berkembang menjadi destinasi wisata unggulan.

"Saya yakin Kota Tua akan menjadi tempat baru yang akan dikunjungi warga masyarakat dan terutama memang Kota Tua kita siapkan untuk menarik tourism," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengungkapkan rencana pembangunan trem sebagai bagian dari program revitalisasi kawasan Kota Tua. Menurutnya, transportasi berbasis rel tersebut diharapkan menjadi ikon baru sekaligus solusi mobilitas ramah lingkungan.

"Memang salah satu tujuannya mengurangi emisi. Kita sedang membahas rencana membangun trem di dalam Kota Tua," ujar Rano di Balai Kota Jakarta, Kamis, 9 April 2026.

Cahyono/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID