fin.co.id - Maskapai Lion Air memperkuat komitmennya dalam mendukung operasional ibadah haji tahun 2026 dengan menjangkau cakupan wilayah yang lebih luas. Melalui kolaborasi strategis bersama maskapai internasional, Lion Air melayani penerbangan dari 23 embarkasi luar negeri yang tersebar di kawasan Asia hingga Afrika.
Sebagai bentuk kesiapan operasional, manajemen melakukan prosesi pelepasan sebanyak 198 awak kabin di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa, 14 April 2026. Para personel ini akan bertugas menjaga standar pelayanan dan keselamatan selama musim haji berlangsung.
Strategi Armada dan Kolaborasi Internasional
Direktur Operasional Lion Air, Rahmat Diansyah Putra, menjelaskan bahwa pihaknya telah memastikan enam unit armada siap beroperasi penuh untuk misi ini. Selain itu, maskapai tengah melakukan finalisasi koordinasi untuk menambah armada ketujuh melalui kemitraan dengan maskapai luar negeri.
"Ini pesawat keempat yang kita rencanakan, saat ini yang akan berangkat itu enam armada yang sudah dipastikan. Dan yang pesawat ketujuh kami masih berkoordinasi dengan pihak Flynas dan Batir Air Malaysia," ujar Rahmat saat memberikan keterangan resmi di hadapan para awak kabin.
Mitigasi Konflik di Wilayah Timur Tengah
Mengingat situasi geopolitik di Timur Tengah yang masih dibayangi konflik bersenjata, manajemen Lion Air menerapkan protokol keamanan tingkat tinggi. Rahmat menekankan bahwa seluruh kru wajib mengikuti prosedur mitigasi yang telah dirancang secara sistematis oleh tim manajemen.
Manajemen telah membekali para koordinator dan awak kabin dengan panduan taktis dalam format digital (PDF) untuk menghadapi situasi darurat yang tidak diinginkan. Hal ini bertujuan agar seluruh personel memiliki kesiapan mental dan operasional saat melintasi atau singgah di wilayah rawan.
"Tim manajemen pun juga sudah berusaha untuk memitigasi semua hal, baik tentang situasi dan kondisi yang terjadi di Middle East, di mana masih ada yang terjadi perang," tegas Rahmat.
Digitalisasi Pelaporan Keselamatan
Dalam upaya memperketat pengawasan, Lion Air kini meluncurkan platform digital khusus sebagai medium pelaporan aspek keselamatan secara real-time. Platform ini memungkinkan awak kabin melaporkan setiap potensi kendala atau ancaman keamanan di lapangan agar manajemen dapat memantau dan mengambil keputusan secara cepat.
Manajemen berharap seluruh rangkaian penugasan ini berjalan lancar dengan memprioritaskan profesionalisme, kesehatan, serta keselamatan kru dan jemaah. Penguatan aspek teknis dan mitigasi risiko ini menjadi poin krusial mengingat kompleksitas penerbangan internasional di tengah gejolak global saat ini.