Fin.co.id - Kartu Nusuk Haji bukan sekadar aksesori, melainkan “nyawa” identitas jamaah selama berada di Arab Saudi.
Jika kartu fisik ini hilang di tengah jutaan jamaah, langkah pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang.
Pemerintah Arab Saudi telah menyiapkan sistem digital yang memungkinkan jamaah tetap menjalankan ibadah secara legal meskipun kartu fisik tidak berada di tangan.
Hal paling krusial adalah segera mengaktifkan Kartu Nusuk Digital melalui aplikasi resmi di smartphone.
Versi digital ini memiliki kekuatan hukum yang sama dengan kartu fisik untuk melewati pemeriksaan keamanan (check point) serta akses ke wilayah Masyair seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Langkah Darurat Atas Kehilangan Kartu Nusuk
Berdasarkan regulasi resmi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, berikut prosedur yang wajib dilakukan jika kartu hilang:
- Aktivasi Aplikasi Nusuk: Segera buka aplikasi Nusuk di ponsel dan tunjukkan identitas digital jika diperlukan untuk verifikasi.
- Lapor Ketua Rombongan (Karom/Kloter): Informasikan kehilangan kepada ketua rombongan agar dapat dicatat dan diteruskan ke pihak Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) atau petugas PPIH.
- Hubungi Call Center 1966: Nomor darurat resmi Kementerian Haji dan Umrah Saudi ini aktif 24 jam untuk membantu kendala jamaah.
- Temui Petugas Keamanan Terdekat: Segera laporkan kehilangan secara jujur agar petugas dapat membantu proses verifikasi melalui sistem biometrik.
- Kunjungi Pusat Layanan Nusuk di Makkah: Datangi pusat layanan untuk mengajukan pencetakan ulang kartu jika waktu memungkinkan.
Kartu Nusuk merupakan bukti legalitas jamaah selama menjalankan ibadah. Di dalamnya tersimpan data penting seperti lokasi tenda di Mina dan Arafah serta informasi kesehatan yang sangat dibutuhkan dalam kondisi darurat.
Mengapa Kartu Nusuk Sangat Vital di Tahun 2026?
Pemerintah Arab Saudi semakin memperketat penggunaan Kartu Nusuk untuk menyaring jamaah non-prosedural.
Kartu ini dilengkapi teknologi enkripsi yang memuat detail lokasi maktab (tenda), kontak darurat, hingga data layanan katering jamaah.
Tanpa kartu ini, baik fisik maupun digital, jamaah akan kesulitan mengakses transportasi bus antar lokasi ibadah dan berisiko terjaring pemeriksaan oleh aparat keamanan.
Selain itu, kartu Nusuk sangat membantu tenaga medis dalam memberikan penanganan cepat jika jamaah mengalami kondisi darurat, karena data kesehatan dasar sudah terintegrasi dalam sistem kode QR.
Oleh karena itu, jamaah sangat disarankan untuk menyimpan salinan digital kartu Nusuk, baik dalam bentuk screenshot di ponsel maupun membagikannya kepada keluarga sebagai cadangan.