Haji Tidak Cuma di Dzulhijjah, Ini Penjelasan Lengkapnya

news.fin.co.id - 17/04/2026, 22:33 WIB

Haji Tidak Cuma di Dzulhijjah, Ini Penjelasan Lengkapnya

Haji Tidak Cuma di Dzulhijjah, Ini Penjelasan Lengkapnya

Fin.co.id - Berbeda dengan umrah yang bersifat tathawwu' (sukarela) dan dapat dikerjakan sepanjang tahun, ibadah haji merupakan kewajiban yang terikat ketat oleh dimensi waktu.

Ibadah ini hanya sah dilakukan pada periode tertentu yang dalam syariat Islam dikenal sebagai miqat zamani.

Penegasan mengenai waktu haji ini tertuang langsung dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 197 yang menyebutkan haji adalah pada "bulan-bulan yang telah dimaklumi."

Secara terperinci, musim haji dimulai sejak 1 Syawal, berlanjut ke bulan Zulkaidah, dan berakhir hingga fajar pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Advertisement

Mengapa Niat Haji Hanya Sah di Bulan-Bulan Tertentu?

Rentang waktu dua bulan sepuluh hari ini bukan sekadar formalitas kalender. Para ulama bersepakat bahwa periode ini memiliki konsekuensi hukum yang sangat krusial bagi jemaah:

• Keabsahan Ihram: Sebagian besar fukaha berpendapat bahwa niat atau ihram untuk haji hanya dianggap sah secara syar'i jika diucapkan di dalam rentang bulan-bulan tersebut. Seseorang yang berniat haji di luar periode ini (misalnya di bulan Ramadan) dianggap tidak sah hajinya atau niatnya otomatis berubah menjadi umrah.

• Ruang Persiapan Bekal: Waktu yang panjang diberikan agar jemaah dapat memantapkan kesiapan lahir dan batin. Hal ini selaras dengan perintah Allah untuk menyiapkan bekal terbaik, yakni takwa.

• Penjagaan Kesucian Diri: Selama bulan-bulan haji, umat Muslim diingatkan untuk menjaga lisan dan perbuatan. Larangan mengenai rafats (perkataan kotor), fusuk (perbuatan maksiat), dan jidal (bertengkar) menjadi sangat ditekankan demi menjaga kesucian ibadah.

"Haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan-bulan itu untuk mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji." — (QS. Al-Baqarah: 197)

Puncak Ibadah: Wukuf di Arafah Sebagai Inti Haji

Meskipun musim haji membentang dari Syawal, "nyawa" dari seluruh rangkaian ibadah ini terletak pada satu momen yang sangat spesifik, yaitu wukuf di Arafah.

Wukuf hanya dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Secara teknis, waktu wukuf dimulai sejak tergelincirnya matahari (waktu Zuhur) hingga terbit fajar pada tanggal 10 Dzulhijjah (Iduladha).

Advertisement

Mengingat pentingnya waktu ini, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Al-Hajju Arafah" (Haji adalah wukuf di Arafah). Jemaah yang melewatkan waktu singkat ini di tanah Arafah dipastikan tidak sah hajinya.

Memahami linimasa haji membantu calon jemaah untuk lebih khusyuk dalam berproses. Berikut adalah fase yang dilewati jemaah:

Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis

Penulis FIN.CO.ID