Skorsing Saja Tak Cukup! Ini Cara Tegas Dedi Mulyadi Mendidik Siswa Nakal di Purwakarta

news.fin.co.id - 19/04/2026, 08:35 WIB

Skorsing Saja Tak Cukup! Ini Cara Tegas Dedi Mulyadi Mendidik Siswa Nakal di Purwakarta

Dedi Mulyadi soroti kasus siswa SMAN 1 Purwakarta. Foto: Tangkapan Layar TikTok @topandm dan instagram @dedimulyadi71.

fin.co.id - Kasus perilaku kurang sopan siswa kembali bikin publik heboh. Kali ini, sorotan mengarah ke SMAN 1 Purwakarta setelah aksi sejumlah siswa terhadap guru mereka viral di media sosial. Isu ini langsung menyita perhatian banyak pihak, termasuk Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Melalui akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, Dedi Mulyadi angkat bicara dan memberikan respons tegas. Ia tidak hanya menyoroti kejadian tersebut, tetapi juga mendorong pendekatan yang lebih mendidik dalam menangani siswa yang terlibat.

Orang Tua Sudah Dipanggil, Siswa Mengaku Menyesal

Dalam penjelasannya, Dedi mengungkapkan bahwa pihak sekolah sudah mengambil langkah awal. Orang tua dari siswa yang terlibat langsung dipanggil untuk memberikan klarifikasi. Hasilnya, mereka menunjukkan penyesalan atas tindakan anak-anak mereka.

Advertisement

Langkah ini menjadi sinyal bahwa pihak keluarga tidak tinggal diam. Mereka ikut bertanggung jawab dan menyadari pentingnya pembinaan terhadap perilaku anak di lingkungan sekolah.

Sekolah Beri Sanksi Skorsing 19 Hari

Tidak berhenti di situ, pihak SMAN 1 Purwakarta juga sudah menjatuhkan sanksi tegas. Sekolah memberikan hukuman berupa skorsing selama 19 hari kepada siswa yang bersangkutan.

Namun, keputusan ini justru memicu diskusi lebih luas. Banyak pihak mulai mempertanyakan: apakah skorsing saja cukup untuk membentuk karakter siswa?

Dedi Mulyadi: Hukuman Harus Mendidik, Bukan Sekadar Efek Jera

Di sinilah Dedi Mulyadi memberikan perspektif yang berbeda. Ia menilai bahwa hukuman tidak boleh berhenti pada skorsing semata. Menurutnya, pendekatan seperti itu belum tentu memberikan dampak jangka panjang terhadap pembentukan karakter siswa.

Sebaliknya, Dedi mendorong konsep hukuman yang lebih edukatif. Ia mengusulkan agar siswa diberi tanggung jawab nyata selama masa pembinaan.

Usulan: Bersihkan Lingkungan Sekolah 1–3 Bulan

Sebagai solusi konkret, Dedi Mulyadi menyarankan agar siswa yang terlibat menjalani kegiatan sosial di lingkungan sekolah. Ia mengusulkan tugas seperti membersihkan halaman hingga kamar mandi sekolah.

Advertisement

Durasi yang ia rekomendasikan pun tidak main-main, yakni antara 1 hingga 3 bulan. Dengan cara ini, siswa tidak hanya “dihukum”, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, disiplin, dan rasa hormat.

Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena melibatkan aktivitas langsung yang membentuk kebiasaan positif. Selain itu, siswa juga tetap berada dalam lingkungan pendidikan, bukan justru dijauhkan seperti saat skorsing.

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis gaya hidup yang berfokus pada tren kecantikan dan fenomena viral. Berdedikasi mengulas tips perawatan diri yang praktis serta kurasi tren terkini di media sosial. Menyajikan informasi yang inspiratif, akurat, dan relevan bagi kebutuhan gaya hidup modern