Ekonomi . 07/05/2026, 11:35 WIB

Kinerja Moncer! Laba Bersih Palma Serasih Melonjak 26 Persen di Tengah Fluktuasi Harga Sawit

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - PT Palma Serasih Tbk mencatat pertumbuhan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp2,55 triliun atau naik sekitar 20 persen dibanding tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, laba bersih perusahaan juga meningkat 26,3 persen secara tahunan menjadi Rp442,8 miliar, dari sebelumnya Rp350,6 miliar pada 2024.

Peningkatan kinerja tersebut ditopang oleh naiknya produktivitas perkebunan serta pengelolaan biaya operasional yang lebih disiplin, meski industri kelapa sawit global masih menghadapi tantangan akibat fluktuasi harga komoditas.

Dari sisi profitabilitas, perusahaan mencatat EBITDA sebesar Rp752,3 miliar dengan margin EBITDA tetap terjaga di level 29,5 persen. Angka tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan menjaga performa keuangan tetap stabil dan berkelanjutan.

Secara operasional, produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti tercatat mencapai 355,2 ribu ton, sedangkan produksi Crude Palm Oil (CPO) menembus 140,2 ribu ton. Sementara itu, produktivitas TBS inti atau yield berada di angka 17,8 ton per hektare.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan, Astrida Niovita Bachtiar, menyebut pertumbuhan berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui penerapan praktik manajemen terbaik, konsistensi standar operasional, efisiensi bisnis, serta pengelolaan aset yang optimal.

Menurutnya, pencapaian sepanjang 2025 menjadi modal penting bagi perusahaan untuk melanjutkan ekspansi dan pertumbuhan di masa mendatang.

Pada 2026, perusahaan menargetkan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional. Strategi bisnis akan difokuskan pada ekspansi usaha secara selektif, penerapan praktik agrikultur terbaik, hingga penguatan program keberlanjutan di seluruh lini operasional.

Selain fokus pada kinerja bisnis, perusahaan juga menaruh perhatian pada dampak sosial dan lingkungan. Sebagai perusahaan terintegrasi yang mengelola lebih dari 28 ribu hektare area tertanam inti dan plasma di Kalimantan Timur, Perseroan menerapkan kebijakan No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE) di seluruh kegiatan operasionalnya.

Dalam bidang lingkungan, perusahaan turut menjaga kawasan bernilai konservasi tinggi dan menjalankan pengelolaan bentang alam secara kolaboratif, termasuk di kawasan Wehea-Kelay. Upaya konservasi biodiversitas juga dilakukan bersama sejumlah organisasi seperti Borneo Orangutan Survival Foundation dan The Nature Conservancy melalui program perlindungan habitat orangutan.

Sementara dari sisi sosial, perusahaan terus memperkuat kemitraan petani plasma yang telah berjalan sejak 2009, sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat lokal melalui berbagai program ekonomi dan pembangunan infrastruktur sosial, termasuk sektor pendidikan.

Untuk memastikan standar keberlanjutan tetap terjaga, perusahaan juga telah mengantongi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) bagi kebun inti serta secara bertahap untuk kebun plasma. Selain itu, perusahaan juga memiliki sertifikasi internasional seperti ISCC dan GGL.

“Keberlanjutan bukan hanya bagian dari kepatuhan, melainkan fondasi dalam setiap pengambilan keputusan strategis kami. Kami berkomitmen terus menciptakan nilai jangka panjang yang seimbang bagi pemegang saham, masyarakat, dan lingkungan,” tutup Astrida dalam keterangannya, Kamis, 7 Mei 2026.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com