Pramono Tegaskan Komitmen Pemprov DKI Perkuat Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan

news.fin.co.id - 07/05/2026, 17:18 WIB

Pramono Tegaskan Komitmen Pemprov DKI Perkuat Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo.

fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat perlindungan dan pemberdayaan perempuan melalui pembangunan yang responsif gender. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri diskusi interaktif bertajuk Para Kartini Masa Kini: Perempuan Memilih di Balai Kota Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.

Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Kartini tingkat Provinsi DKI Jakarta tersebut mengusung tema “Berkembang Tanpa Batas, Berdaya Tanpa Sekat”. Tema itu menekankan pentingnya menghadirkan ruang bagi perempuan agar dapat tumbuh, belajar, bekerja, dan mengembangkan potensi tanpa terhambat stereotip, diskriminasi, kekerasan, kemiskinan, maupun keterbatasan akses.

Pramono menyampaikan, momentum Hari Kartini harus menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkembang serta berkontribusi di berbagai bidang kehidupan.

“Perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan Jakarta, mulai dari penguat kualitas keluarga, pendidik generasi masa depan, penggerak ekonomi, hingga pemimpin perubahan sosial di masyarakat,” tuturnya.

Pramono menambahkan, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong kebijakan pembangunan yang responsif gender. Komitmen tersebut tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Gender Jakarta tahun 2024 yang mencapai 95,50 persen.

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan semakin setaranya akses perempuan dan laki-laki terhadap layanan kesehatan, pendidikan, serta standar hidup yang layak.

Meski demikian, ia menilai capaian tersebut tetap harus diperkuat melalui kebijakan yang mampu memastikan perempuan memperoleh ruang aman, perlindungan, dan kesempatan yang setara di berbagai aspek kehidupan.

Pemprov DKI Jakarta, lanjut Pramono, juga terus memperkuat langkah pemberdayaan dan perlindungan perempuan melalui upaya pencegahan, penanganan, hingga pemulihan korban kekerasan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak.

“Kami mengajak seluruh perangkat daerah, Tim Penggerak PKK, organisasi perempuan, dan masyarakat, termasuk laki-laki, untuk bersama menciptakan lingkungan yang aman, ramah, inklusif, serta bebas dari kekerasan dan diskriminasi,” kata Pramono.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, Endang Nugrahani Pramono atau Hani Pramono, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan Jakarta. Karena itu, menurutnya, ruang aman bagi perempuan dan anak harus hadir di lingkungan keluarga, ruang publik, hingga ruang digital.

“Kita harus memastikan Jakarta menjadi kota yang aman dan inklusif bagi perempuan dan anak, baik di ruang keluarga, ruang publik, maupun ruang digital. Ini tanggung jawab bersama untuk membangun lingkungan yang saling menjaga dan menguatkan,” ujar Hani.

Ia juga mengapresiasi komitmen Pemprov DKI Jakarta bersama seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat pemberdayaan dan perlindungan perempuan melalui pelayanan publik dan pembangunan yang semakin inklusif.

“Apresiasi juga saya sampaikan kepada seluruh perempuan Jakarta: para ibu, pendidik, tenaga kesehatan, pelaku usaha, kader, aktivis, dan seluruh perempuan yang terus memberikan kontribusi terbaik bagi keluarga dan masyarakat,” tutup Hani.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID