Golkar DKI Soroti Sampah Jakarta, Judistira: Teknologi Tak Akan Efektif Tanpa Pemilahan dari Rumah

news.fin.co.id - 10/05/2026, 17:24 WIB

Golkar DKI Soroti Sampah Jakarta, Judistira: Teknologi Tak Akan Efektif Tanpa Pemilahan dari Rumah

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah sebagai upaya nyata menjaga lingkungan dan menciptakan masa depan Jakarta yang lebih berkelanjutan. Foto: Pemprov DKI Jakarta

fin.co.id - Ketua Harian DPD Golkar DKI Jakarta, Judistira Hermawan menegaskan, persoalan sampah di Jakarta tidak akan pernah selesai jika hanya mengandalkan teknologi pengolahan di hilir tanpa dibarengi kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah.

Hal itu disampaikan Judistira saat menyerahkan bantuan lima unit drop box sampah organik dan nonorganik kepada warga RW 03 Kelurahan Kayu Manis, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Minggu, 10 Mei 2026.

Menurutnya, pemilahan sampah dari sumber menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan sistem pengelolaan sampah di ibu kota.

“Teknologi apa pun tidak akan berjalan optimal kalau sampah tidak dipilah dari sumbernya. Karena itu, rumah tangga harus mulai memilah sampah," katanya.

Advertisement

Judistira juga menyinggung insiden longsor sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang sempat menimbulkan korban jiwa. Peristiwa tersebut dinilai menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak agar tata kelola sampah di Jakarta segera dibenahi.

“Ini merupakan alarm bagi semua agar tata kelola pengelolaan sampah di Jakarta ke depan harus lebih baik. Salah satunya dengan gerakan bersama antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan drop box sampah yang diberikan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya warga dalam melakukan pemilahan sampah organik di tingkat rumah tangga.

Selain itu, Judistira menilai keberhasilan berbagai teknologi pengolahan sampah, termasuk proyek waste to energy yang tengah disiapkan pemerintah, sangat bergantung pada proses pemilahan sampah dari sumber.

“Teknologi apa pun tidak akan berjalan optimal kalau sampah tidak dipilah dari sumbernya. Karena itu, rumah tangga, restoran, pusat perbelanjaan hingga pasar harus mulai memilah sampah,” ucapnya.

Sebagai Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta, Judistira mengaku pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah persoalan penting dalam pembahasan regulasi pengelolaan sampah, termasuk minimnya fasilitas penunjang bagi masyarakat.

Menurutnya, banyak warga mengaku selama ini hanya diminta memilah sampah tanpa didukung sarana dan prasarana yang memadai dari pemerintah.

“Warga bilang, ‘Kami terus diimbau, tapi tidak disiapkan sarana prasarananya.’ Karena itu, kami mendorong agar pemerintah menyediakan fasilitas yang memudahkan masyarakat untuk memilah sampah," jelasnya.

Diketahui, drop box yang diserahkan Golkar DKI memiliki kapasitas 50 liter dan diperuntukkan khusus untuk menampung sampah organik.

Advertisement

Judistira berharap bantuan tersebut dapat menjadi contoh sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan betul-betul bisa menjaga kebersihan lingkungan di RW 03 Kelurahan Kayu Manis,” pungkasnya.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID