Nasional . 10/05/2026, 15:31 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat kedaulatan maritim Indonesia dengan memastikan hasil laut nasional dinikmati oleh rakyat sendiri.
Dalam kunjungannya ke Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu (9/5/2026), Prabowo menegaskan dirinya tidak ingin kapal asing mengambil ikan dari perairan Indonesia.
Menurut Prabowo, kekayaan laut Indonesia harus menjadi sumber kesejahteraan masyarakat lokal, terutama para nelayan yang selama ini berjuang di tengah kerasnya kondisi laut.
“Kami ingin bukan kapal asing yang ambil ikan di laut kita, kami ingin rakyat kita yang mengambil,” ujar Prabowo dalam keterangannya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengungkapkan rencana besar pemerintah untuk membangun 1.582 kapal ikan modern mulai tahun ini. Kapal-kapal itu nantinya akan dibagikan kepada koperasi nelayan di berbagai daerah Indonesia.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan nasional.
Prabowo menjelaskan, kapal yang dibangun akan terdiri dari berbagai ukuran, mulai dari kapal kecil hingga kapal besar agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan nelayan di masing-masing wilayah.
“Kami akan bangun mulai tahun ini 1.582 kapal ikan. Nanti kita akan bantu, kita akan bagi kapal-kapal itu,” kata Prabowo.
Menurutnya, nelayan nantinya akan dihimpun dalam koperasi agar pengelolaan kapal menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.
Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap kehidupan para nelayan yang dinilainya memiliki risiko pekerjaan sangat tinggi.
Ia mengaku memahami betapa berat tantangan yang dihadapi nelayan saat melaut, mulai dari cuaca ekstrem hingga ancaman keselamatan jiwa di tengah laut.
“Saya mengerti nelayan itu memiliki risiko yang besar. Di laut itu tidak main-main. Cuaca bisa berubah, arus bisa berubah,” ucap Presiden.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media