DKI Jakarta Peringkat Pertama Kasus Aduan Kekerasan Anak di Indonesia

news.fin.co.id - 18/05/2026, 17:53 WIB

DKI Jakarta Peringkat Pertama Kasus Aduan Kekerasan Anak di Indonesia

Ilustrasi - Kekerasan terhadap wanita. FOTO: pexels-rodnae-productions

fin.co.id – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat DKI Jakarta sebagai wilayah dengan jumlah pengaduan kasus kekerasan terhadap anak paling tinggi di Indonesia selama periode Januari hingga April 2026. Dalam kurun waktu empat bulan tersebut, total aduan yang diterima dari wilayah ibu kota mencapai 113 kasus.

Komisioner KPAI, Dian Sasmita, menjelaskan tingginya angka laporan dari Jakarta dipengaruhi kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan pengaduan KPAI, khususnya melalui platform digital.

“Kalau berdasarkan data pengaduan KPAI sendiri, aduan terbanyak memang dari Jakarta. Mungkin karena aksesnya yang lebih mudah ke sesama wilayah Jakarta,” ujar Dian dalam konferensi pers, Senin, 18 Mei 2026.

Setelah DKI Jakarta, jumlah pengaduan terbanyak berikutnya berasal dari Jawa Barat dengan 96 kasus. Selanjutnya disusul Jawa Timur, Banten, serta Sumatera Utara.

Advertisement

Dian menuturkan, sebagian besar laporan yang diterima KPAI saat ini berasal dari layanan pengaduan berbasis online. Menurutnya, sistem digital membuat masyarakat lebih mudah menyampaikan laporan kapan saja karena dapat diakses selama 24 jam.

“Aduan online ini lebih memudahkan masyarakat sebenarnya mengakses layanan di KPAI,” katanya.

KPAI menilai kasus kekerasan terhadap anak dipicu oleh berbagai faktor dan tidak dapat dipandang secara sederhana. Lingkungan yang memiliki intensitas interaksi tinggi dengan anak dinilai menjadi area paling rentan terjadinya kekerasan.

“Tidak hanya lingkungan keluarga tapi lingkungan sekolah, bahkan lingkungan digital itu juga menjadi ruang yang sangat mudah anak-anak kita menjadi korban kekerasan,” kata Dian.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID