Rupiah Kembali Melemah, Sentuh Rp17.743 per Dolar AS pada Perdagangan Rabu Pagi

news.fin.co.id - 20/05/2026, 09:41 WIB

Rupiah Kembali Melemah, Sentuh Rp17.743 per Dolar AS pada Perdagangan Rabu Pagi

Nilai tukar Rupiah tersungkur. Foto:ANT

fin.co.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami pelemahan pada perdagangan Rabu pagi, 20 Mei 2026. Mata uang Garuda tercatat turun 37 poin atau 0,21 persen ke posisi Rp17.743 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.706 per dolar AS.

Pelemahan rupiah ini memperpanjang tren tekanan terhadap mata uang domestik yang dalam beberapa pekan terakhir terus bergerak di area terlemah sepanjang sejarah. Sejumlah sentimen global dan domestik disebut masih menjadi faktor utama yang membebani pergerakan rupiah.

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Selasa (19/5/2026), rupiah juga ditutup melemah 38 poin atau 0,22 persen di level Rp17.706 per dolar AS. Analis menilai tekanan terhadap rupiah dipengaruhi kenaikan harga minyak dunia serta ketidakpastian pasar global. 

Selain faktor eksternal, pasar juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dinilai akan memengaruhi arah kebijakan moneter dan stabilitas nilai tukar rupiah dalam jangka pendek.

Advertisement

Dalam beberapa waktu terakhir, pelemahan rupiah juga dipicu oleh meningkatnya arus modal keluar asing dan penguatan dolar AS di pasar global. Analis pasar uang Lukman Leong sebelumnya menyebut sentimen geopolitik global dan tingginya harga minyak dunia menjadi salah satu faktor utama yang menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. 

Tekanan terhadap rupiah bahkan sempat membuat mata uang Indonesia menyentuh level terendah baru di kisaran Rp17.500 per dolar AS pada awal Mei 2026. Kondisi tersebut mendorong Bank Indonesia melakukan intervensi di pasar valuta asing guna menjaga stabilitas rupiah dan mengurangi volatilitas yang berlebihan. 

Pengamat menilai pergerakan rupiah dalam waktu dekat masih akan dipengaruhi perkembangan ekonomi global, arah suku bunga Amerika Serikat, harga energi dunia, hingga kondisi fiskal domestik. *

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca