fin.co.id - Kabar baik datang bagi para tenaga pendidik dan guru honorer di Indonesia. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atau Kemendikdasmen resmi mengajukan kebutuhan formasi guru ASN untuk seleksi CASN 2026 dengan jumlah yang sangat besar, yakni mencapai 400 ribu formasi.
Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Nunuk Suryani. Menurutnya, Kemendikdasmen berharap sebagian besar formasi tersebut dibuka melalui jalur CPNS agar guru memiliki status kepegawaian yang lebih jelas dan stabil.
“Kami maunya formasi 400 ribu itu guru CPNS, tetapi tergantung keputusan KemenPAN-RB juga berapa banyak yang disetujui,” ujar Nunuk.
Guru ASN Jadi Prioritas Pemerintah
Keinginan memperbanyak formasi CPNS guru disebut sejalan dengan harapan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti yang menginginkan guru memiliki status ASN tetap, bukan sekadar kontrak seperti PPPK.
Menurut Kemendikdasmen, status guru yang jelas sangat penting untuk menjaga kualitas pendidikan dan memberikan kepastian karier bagi tenaga pendidik di seluruh Indonesia.
Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah sebenarnya telah melakukan rekrutmen besar-besaran melalui program 1 juta guru PPPK. Namun dalam pelaksanaannya, masih muncul berbagai kendala di daerah.
Banyak Guru PPPK Tidak Diperpanjang
Nunuk mengungkapkan bahwa masih ada sejumlah guru PPPK yang kontraknya tidak diperpanjang oleh pemerintah daerah karena alasan keterbatasan anggaran.
Padahal, Kemendikdasmen bersama pemerintah pusat sudah berkali-kali mengimbau pemerintah daerah agar tidak memberhentikan guru PPPK yang telah diangkat.
“Kemendikdasmen khususnya Pak Menteri berkali-kali mengimbau pemda agar tidak memberhentikan guru PPPK,” katanya.
Selain itu, masalah guru honorer juga masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah. Berdasarkan data per 30 Desember 2025, jumlah guru honorer yang tersisa saat ini mencapai 237.196 orang.
Jumlah tersebut menjadi target utama penyelesaian pemerintah melalui seleksi ASN ke depan.