fin.co.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyalurkan sebanyak 210 ekor sapi kurban pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Jumlah hewan kurban yang disalurkan tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 153 ekor sapi.
"Pemprov DKI kalau tahun lalu 153, sekarang 210 sapi. Meningkat jumlahnya ya," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno di Jakarta Timur, Selasa, 26 Mei 2026.
Selain penyaluran hewan kurban, Rano yang biasa disapa Bang Doel ini menyebut aktivitas distribusi, penjualan, hingga penampungan hewan kurban di Jakarta juga mengalami peningkatan menjelang Hari Raya Iduladha.
Menurutnya, diperkirakan sekitar 68 ribu hewan kurban akan disembelih di wilayah Jakarta dalam waktu tiga hari pelaksanaan Iduladha.
"Jadi artinya ini luar biasa, mudah-mudahan dengan jumlah yang begitu besar," ujarnya.
Untuk memastikan keamanan hewan kurban, Pemprov DKI Jakarta memperketat pengawasan kesehatan melalui pemeriksaan sebelum dan sesudah penyembelihan.
Pemerintah daerah juga telah menerjunkan 744 petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban dan juru sembelih halal guna memastikan proses kurban berjalan aman dan sesuai aturan.
Bang Doel menjelaskan pemeriksaan dilakukan melalui tahapan ante-mortem dan post-mortem untuk memastikan kualitas daging kurban yang diterima masyarakat memenuhi standar kesehatan.
"Pemeriksaan dilakukan sejak sebelum hingga setelah pemotongan hewan kurban, atau melalui yang disebut kita sering dengar ante-mortem atau post-mortem untuk memastikan daging kurban yang diterima memenuhi prinsip ASUH, yaitu Aman, Sehat, Utuh, dan Halal," ucapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang melaksanakan penyembelihan hewan kurban di lingkungan permukiman agar mengelola limbah kurban dengan baik, salah satunya dengan cara menguburnya agar tidak mencemari lingkungan.
"Tapi mungkin satu dua mungkin saja bisa terjadi (dibuang ke sungai)," pungkasnya.