Nasional . 27/05/2026, 15:18 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) memastikan seluruh proses pergerakan jemaah haji Indonesia pada fase puncak ibadah haji atau Armuzna berjalan lancar, tertib, dan terkendali. Saat ini, seluruh jemaah asal Indonesia telah berada di Mina untuk melanjutkan rangkaian ibadah penting lainnya.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa petugas telah berhasil memberangkatkan seluruh jemaah haji Indonesia dari Arafah menuju Muzdalifah. Setelah itu, jemaah langsung menuju Mina untuk melaksanakan ibadah mabit (bermalam) dan lontar jumrah.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan dilanjutkan ke Mina berjalan sesuai rencana operasional. Pergerakan terakhir jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah berlangsung pada pukul 02.40 waktu Arab Saudi, sementara proses pergerakan dari Muzdalifah menuju Mina selesai pada pukul 07.00 waktu Arab Saudi dan area Muzdalifah telah dinyatakan steril,” ujar Maria di Jakarta, Rabu, 27 Mei 2026.
Maria menjelaskan bahwa keberhasilan proses Armuzna ini merupakan buah dari sinergi kuat antara seluruh petugas haji Indonesia, otoritas Arab Saudi, serta kedisiplinan jemaah.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jemaah haji Indonesia atas kedisiplinan, ketertiban, dan kepatuhan dalam mengikuti seluruh arahan petugas. Ketertiban jemaah menjadi salah satu kunci utama kelancaran pergerakan Armuzna tahun ini,” katanya.
Saat ini, pihak Kemenhaj mengalihkan fokus pelayanan untuk mendampingi jemaah selama berada di Mina. Petugas fokus mengawal pelaksanaan lontar jumrah Aqabah dan hari-hari tasyrik berikutnya agar berjalan aman.
Untuk memaksimalkan perlindungan, Kemenhaj menerapkan strategi penempatan personel sebagai berikut:
“Penguatan layanan ini dilakukan agar jemaah mendapatkan pendampingan, pelindungan, dan bantuan secara cepat serta terkoordinasi selama fase Mina berlangsung,” ujar Maria.
Kemenhaj mengeluarkan imbauan tegas agar seluruh jemaah selalu mematuhi jadwal lontar jumrah yang telah ditetapkan oleh panitia. Langkah ini sangat penting demi keselamatan jemaah karena suhu udara di Mina saat ini mencapai 41 derajat celcius.
Berikut adalah panduan waktu dan jalur yang harus jemaah perhatikan:
“Kami mengimbau jemaah Indonesia untuk tidak melaksanakan lontar jumrah pada pukul 10 pagi hingga 2 siang waktu Arab Saudi guna menghindari cuaca panas dan kepadatan. Jemaah diharapkan tetap berada di dalam tenda dan mengikuti arahan petugas,” kata Maria.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media