Munjirin Ajak Generasi Muda Jadikan Pancasila Pedoman Hidup Sehari-hari

news.fin.co.id - 01/06/2026, 20:22 WIB

Munjirin Ajak Generasi Muda Jadikan Pancasila Pedoman Hidup Sehari-hari

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin saat Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Senin, 1 Juni 2026. Foto: ANTARA/HO-Pemerintah Kota Jakarta Timur

fin.co.id - Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) mengajak generasi muda untuk tidak sekadar memahami Pancasila sebagai dasar negara, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila dinilai harus hadir sebagai pedoman hidup yang nyata, bukan hanya menjadi simbol atau materi pembelajaran di ruang kelas.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, saat membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Senin, 1 Juni 2026.

"Saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology)," kata Munjirin di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Senin, 1 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Munjirin menekankan bahwa pesatnya perkembangan ekonomi dan teknologi perlu diimbangi dengan penguatan nilai-nilai moral yang berlandaskan Pancasila. Menurutnya, kemajuan yang tidak dibarengi dengan fondasi moral yang kuat berpotensi membawa bangsa ke arah yang keliru.

Advertisement

"Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan," ujar Munjirin saat membacakan pidato tersebut.

Karena itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, untuk terus menanamkan dan menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai aktivitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Munjirin juga menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh hanya dipahami sebagai slogan atau simbol formal semata. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, seperti menjaga toleransi, memperkuat semangat gotong royong, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Dia mengingatkan agar generasi muda tidak membiarkan Pancasila hanya menjadi pajangan di ruang kantor atau sekadar teks yang dibaca dalam buku sejarah.

"Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah," tutur Munjirin.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya menjaga persatuan nasional di tengah berbagai tantangan global dan derasnya perkembangan teknologi yang terus berubah. Menurutnya, Pancasila tetap menjadi fondasi utama yang mampu menjaga keutuhan Indonesia sebagai bangsa yang beragam.

Lebih jauh, Munjirin mengajak masyarakat untuk terus memperkuat semangat kebangsaan dan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berkeadilan, dan beradab.

Menutup amanatnya, ia menegaskan bahwa eksistensi Pancasila akan terus terjaga selama nilai-nilai kebangsaan tetap hidup dalam diri setiap warga negara.

"Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai," ucap Munjirin.

Advertisement
Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID