Akibat konflik yang kembali memanas ini, pasar keuangan global langsung bereaksi. Saham-saham di Asia terpantau jatuh dan harga minyak dunia merangkak naik, meskipun pergerakannya tidak sekomparatif krisis Teluk sebelumnya.
Trump Remehkan Insiden Apache, Menlu Iran Desak Pasukan Asing Angkat Kaki
Meskipun situasi memanas, Donald Trump justru terkesan meremehkan insiden jatuhnya helikopter Apache di perairan Oman tersebut. Saat berbicara kepada Wall Street Journal, Trump mengatakan bahwa peristiwa itu "bukan masalah besar" karena dua kru Amerika berhasil selamat berkat evakuasi cepat oleh drone permukaan Angkatan Navy.
Di sisi lain, media pemerintah Iran yang mengutip sumber militer membantah adanya operasi ofensif di Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir sebelum insiden. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengingatkan risiko besar bagi militer asing yang bertahan di kawasan tersebut.
"Untuk mengurangi risiko, solusi terbaik adalah mereka pergi," tulis Abbas Araqchi melalui akun media sosial X miliknya.
Prospek Kesepakatan Damai Timur Tengah Kian Suram
Baku tembak terbaru ini menempatkan masa depan perdamaian Timur Tengah dalam ketidakpastian tinggi. Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah Iran terlibat kontak senjata langsung dengan Israel untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata April lalu. Perang ini sendiri bermula pada 28 Februari melalui serangan gabungan AS-Israel ke Iran.
Akibat pelanggaran gencatan senjata yang terus berulang, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan Teheran akan mengevaluasi kembali hubungan diplomatik mereka dengan Washington.
"Setiap proses diplomatik membutuhkan lingkungan yang stabil minimal," tegas Esmaeil Baghaei.
Padahal, para diplomat internasional saat ini sedang berupaya membuka kembali jalur perdagangan Selat Hormuz, mengakhiri blokade pelabuhan Iran oleh AS, dan memulai negosiasi program nuklir. Walaupun Pakistan dan Qatar telah memediasi beberapa putaran pembicaraan tidak langsung, kedua pihak masih sangat jauh dari kesepakatan damai. Apalagi, pertempuran antara Israel dan militan Hizbullah di Lebanon yang didukung Iran hingga kini masih terus berlanjut.