Viral . 13/06/2026, 20:35 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Menurut keterangan kepolisian, saat ditemukan sebagian tubuh korban sudah masuk ke dalam mulut ular tersebut. Kondisi itu menunjukkan bahwa serangan kemungkinan telah berlangsung cukup lama sebelum korban ditemukan.
"Saat ditemukan, setengah tubuh korban sudah berada di dalam mulut ular piton tersebut," kata AKBP Adnan Wahyu Kashogi.
Ia menambahkan bahwa ular tersebut diduga lebih dahulu melilit tubuh korban hingga tidak dapat bernapas sebelum mulai menelannya secara perlahan.
Ular piton memang dikenal sebagai predator yang membunuh mangsa dengan cara melilit kuat hingga korban kehabisan napas. Setelah mangsa tidak bergerak, ular kemudian menelannya secara utuh dengan bantuan struktur rahang yang sangat fleksibel.
Dalam kondisi panik dan penuh harapan, Benyamin langsung mengambil parang yang dibawanya. Ia kemudian menebas kepala ular piton tersebut hingga terputus.
Tindakan itu dilakukan agar tubuh istrinya dapat segera dikeluarkan dari mulut ular. Setelah berhasil menghentikan serangan, Benyamin berusaha menarik tubuh Elizabeth keluar.
Namun harapan untuk menyelamatkan sang istri pupus. Korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan saat berhasil dievakuasi.
"Dia segera menarik jasad istrinya keluar dari mulut ular. Korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan dan dinyatakan meninggal di lokasi kejadian," jelas Adnan.
Momen tersebut menjadi pengalaman yang sangat menyedihkan bagi Benyamin yang harus menyaksikan langsung tragedi yang menimpa istrinya
Setelah memastikan kondisi korban, Benyamin meminta bantuan warga sekitar. Sejumlah warga Desa Ratahaya kemudian berdatangan ke lokasi untuk membantu proses evakuasi.
Jenazah Elizabeth selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Sementara pihak kepolisian melakukan pendataan serta meminta keterangan dari sejumlah saksi terkait peristiwa tersebut.
Kejadian ini langsung menjadi perbincangan luas di masyarakat karena termasuk kasus langka yang melibatkan serangan ular piton terhadap manusia.
Peristiwa yang menimpa Elizabeth kembali menjadi pengingat akan bahaya satwa liar di kawasan perkebunan maupun hutan yang masih berdekatan dengan habitat alami ular piton.
Meski kasus ular piton memangsa manusia tergolong jarang, beberapa insiden serupa pernah terjadi di sejumlah daerah di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media