Pendidikan . 17/06/2026, 22:32 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan mendapat porsi besar, yakni Rp 14,28 triliun.
Ada juga bantuan perlengkapan sekolah yang digelontorkan Rp 250 miliar.
Sekolah nasional terintegrasi direncanakan mendapat Rp 7,21 triliun.
Kemudian, inovasi seperti Studio Guru juga tak luput dari perhatian, dengan alokasi Rp 40 miliar.
Di era digital ini, digitalisasi pembelajaran menjadi krusial, sehingga disiapkan dana Rp 5,83 triliun.
Tidak hanya infrastruktur dan teknologi, kesejahteraan guru juga jadi fokus utama.
Tunjangan guru non-ASN mendapat alokasi Rp 14,09 triliun.
Tak ketinggalan, Program Indonesia Pintar (PIP) yang sangat membantu siswa kurang mampu, disiapkan Rp 13,79 triliun.
Ada juga alokasi lain berupa Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)/Badan Layanan Umum (BLU) senilai Rp 39,85 miliar.
Meski alokasi untuk program prioritas sudah cukup besar, Pak Mu’ti melihat masih ada celah kebutuhan pendanaan untuk sejumlah program lain.
Di sinilah letak krusialnya pengajuan tambahan anggaran sebesar Rp 40,75 triliun tersebut.
Abdul Mu’ti menekankan pentingnya dana ini untuk menjaga optimalisasi layanan pendidikan dan kesejahteraan guru.
Beliau membeberkan, total alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) non-fisik pendidikan untuk tahun 2027 mencapai Rp 136,35 triliun dari total nasional Rp 150,83 triliun.
Dana tersebut dirinci lagi, sebesar Rp 60,49 triliun untuk bantuan operasional satuan pendidikan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media