Nasional . 21/06/2026, 16:25 WIB

Geliat Udang Vaname di Balik Nusakambangan

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

Rutinitas Aldi dimulai sejak pukul 06.00 pagi. Ia bersama rekan-rekannya bertugas memberi pakan, merawat kolam, melakukan penyiponan, serta mengerjakan berbagai pekerjaan teknis lainnya dalam budidaya udang modern.

Meski tidak mengikuti pelatihan khusus secara formal, ia mengaku banyak belajar melalui praktik langsung di lapangan.

"Dari vendor biasanya ada arahan, lalu kami yang mengerjakan. Jadi belajarnya sambil praktik," ucapnya.

Dari pengalaman itu, Aldi mulai memahami berbagai tahapan budidaya udang vaname, termasuk proses panen parsial yang dilakukan ketika usia udang mencapai sekitar 70 hari.

"Kalau sudah sekitar 70 hari biasanya dilakukan panen sebagian. Tidak semuanya diambil karena kapasitas kolam mulai padat. Kalau dipaksakan terus bisa over kapasitas," jelasnya.

Kemampuan teknis seperti inilah yang diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat.

Nusakambangan yang Berubah

Kisah Aldi menjadi potret kecil perubahan yang tengah berlangsung di Nusakambangan. Pulau yang selama ini identik dengan penjara berkeamanan tinggi perlahan berkembang menjadi kawasan produktif yang mendukung ketahanan pangan nasional.

Salah satu program unggulannya adalah pengembangan tambak udang vaname seluas 32 hektare di kawasan Pantai Pasir Putih. Program tersebut menjadi bagian dari implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto.

Di kawasan itu, warga binaan tidak sekadar bekerja. Mereka memperoleh pengalaman dan keterampilan yang dapat menjadi modal untuk membangun kehidupan baru setelah bebas.

Bagi Aldi, manfaat terbesar yang ia rasakan bukan hanya pengalaman selama menjalani masa pidana, melainkan kesempatan untuk membuka lembaran baru.

Bahkan, pihak vendor pengelola tambak telah menawarkan pekerjaan kepadanya setelah bebas nanti.

"Saya sudah ditawari. Tapi sekarang ingin pulang dulu, bertemu keluarga," katanya sambil tersenyum.

Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan kembali menekuni dunia budidaya udang.

"Harapannya setelah keluar bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, mungkin di perusahaan atau vendor udang. Yang penting jangan sampai mengulangi kesalahan yang dulu," ujarnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com